Berita

Kapal Angkatan Laut China terlihat di perairan teritorial Jepang dekat pulau Yakushima dan Kuchinoerabu di barat daya Jepang pada September 2022. Foto: Kantor Staf Gabungan Kementerian Pertahanan Jepang

Dunia

Jepang Protes Manuver Militer China, Tingkatkan Anggaran Militer

RABU, 04 SEPTEMBER 2024 | 04:17 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Jepang kembali memprotes keras Republik Rakyat China yang kembali melakukan penyusupan di wilayah perairan hari Sabtu lalu (31/8). Kejadian ini hanya beberapa hari setelah China mengoperasikan pesawat militer di wilayah udara Jepang.

Menurut Kementerian Pertahanan Jepang, kapal angkatan laut China itu terlihat memasuki perairan teritorial Jepang di dekat pulau selatan Kuchinoerabu sekitar pukul 6.00 waktu setempat. Setelah melakukan manuver, kapal itu keluar di barat daya pulau Yakushima hampir dua jam kemudian. 

Setelah insiden tersebut, Kementerian Luar Negeri Jepang mengirimkan protes ke Kedutaan Besar China di Tokyo.


Dalam protesnya, Kementerian Luar Negeri Jepang merujuk pada “aktivitas masa lalu kapal Angkatan Laut China dan lainnya di perairan sekitar Jepang, dan intrusi baru-baru ini ke wilayah udara Jepang oleh pesawat militer China".

Jepang pada hari Senin sebelumnya mengerahkan jet tempur setelah serangan dua menit oleh pesawat pengintai Y-9 China di lepas Kepulauan Danjo di Laut Cina Timur, yang dikecam Tokyo sebagai "pelanggaran serius" terhadap kedaulatannya.

Pengaruh ekonomi dan militer China yang semakin besar di kawasan Asia-Pasifik dan ketegasannya dalam sengketa teritorial ?" yang terbaru dengan Filipina ?" telah mengguncang Amerika Serikat dan sekutunya.

Minggu lalu, kementerian pertahanan Jepang meminta 8,5 triliun yen atau setara 59 miliar dolar AS untuk tahun keuangan berikutnya, permintaan anggaran awal terbesarnya, sebagai bagian dari rencana pembangunan pertahanan lima tahun senilai 43 triliun yen negara itu hingga Maret 2028.

Permintaan tersebut mencakup pendanaan untuk apa yang disebut kemampuan jarak jauh untuk menyerang target yang jauh dengan rudal dan kendaraan tak berawak.

Jumlah tersebut lebih tinggi dari permintaan awal kementerian sebesar 7,7 triliun yen tahun lalu, tetapi lebih kecil dari anggaran aktual sebesar 9,4 triliun yen yang disetujui untuk tahun keuangan saat ini.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya