Berita

Kolase Dokter Umum Puskesmas 4 Ulu, dr Gerry Arvin Taruna, dan tangan dari pasien J/RMOLSumsel

Kesehatan

Seorang Warga Palembang Suspek Cacar Monyet

RABU, 04 SEPTEMBER 2024 | 05:55 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Virus cacar monyet atau Monkeypox Virus telah sampai di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Hal ini diketahui dari seorang warga Palembang berinisial J yang tinggal di Jalan KH Azhari, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I menjadi suspek virus yang tengah menghebohkan dunia ini.

Pasien J menjadi suspek acara monyet setelah berobat ke Puskesmas 4 Ulu, Jalan KH Azhari, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan SU I Palembang, Kamis lalu (29/8).

Dokter Umum Puskesmas 4 Ulu, dr Gerry Arvin Taruna membenarkan pihaknya telah menerima pasien dengan gejala seperti virus cacar monyet di bagian tangan dan kaki.


Meski demikian, J pun masih akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Palembang.

"Baru suspek atau terduga. Nanti akan kembali lagi ke Dinkes yang memberikan pernyataan resmi. Kami sebagai dokter hanya melakukan pemeriksaan atau screening," kata Gerry, dikutip RMOLSumsel, Selasa (3/9).

Untuk saat ini, J telah diberikan obat untuk mengantisipasi penyebaran virus cacar monyet. Gerry menyebut, gejala cacar monyet bisa dilihat dari bentuk luka warna hitam yang muncul di tubuh lalu menyebar ke bagian lainnya.

“Gejalanya kita lihat dari bentuk lukanya, bentuk lecinya, muncul dari tubuh dan menyebar. Cuma pasien kita kemarin, kita temukan lukanya di tangan. Lecinya banyak, dan bentuknya seperti keropeng warna hitam, seharusnya menyebar di bagian lain, namun di pasien kemarin kita temukan di bagian tangan dan kaki,” paparnya.

Lanjut Gerry, pasien J kini sudah dipulangkan ke rumah dan diminta untuk melakukan isolasi mandiri untuk mencegah penyebaran ke warga lain. Selain itu, pengambilan sampel terhadap J pun telah dilakukan. 

"Karena kita masih suspek, jadi untuk melakukan pencegahan pasien kita anjurkan isolasi mandiri untuk menghindari penyebaran penyakit,” tandasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya