Berita

Analis Kebijakan Transportasi Azas Tigor Nainggolan/RMOL

Nusantara

Kemacetan Jadi PR Utama Gubernur-Wagub Jakarta Terpilih

SELASA, 03 SEPTEMBER 2024 | 07:05 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Tiga pasangan bakal Cagub-Cawagub DKI Jakarta yang akan mengikuti Pilkada 2024 mempunyai pekerjaan rumah (PR) penting apabila kelak terpilih, yakni masalah kemacetan.

Demikian peringatan yang disampaikan Analis Kebijakan Transportasi Azas Tigor Nainggolan kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Selasa (3/9).

"Jakarta macet dikarenakan tingginya penggunaan kendaraan bermotor pribadi. Tingginya penggunaan kendaraan bermotor pribadi di Jakarta dikarenakan  masih kurang nyamannya  akses menuju ke layanan angkutan umum," kata Tigor.


Tigor mengingatkan bahwa angka kerugian akibat kemacetan Jakarta hingga saat ini setidaknya mencapai Rp180 triliun per tahunnya.

"Angka ini adalah sebuah kerugian dan biaya yang sangat mahal karena kemacetan Jakarta," kata Tigor.

Tigor melihat kondisi ini disebabkan oleh layanan transportasi publik massal di Jakarta yang masih belum diintegrasikan secara baik.  Menurutnya, diperlukan langkah untuk memecahkan masalah kemacetan di Kota Jakarta.

"Masalah kemacetan ini menjadi PR di bidang transportasi yang harus dipecahkan oleh program dan kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta mendatang periode 2024-2029," kata Tigor.

Langkah pentingnya memecahkan kemacetan adalah dengan mengajak pengguna kendaraan bermotor pribadi mau berpindah menjadi pengguna.

Pendekatan pemecahannya tidak hanya oleh satu pendekatan pemecahan, tetapi harus dilakukan melalui beberapa  kebijakan oleh gubenur dan wakil gubernur Jakarta.

"Tujuan kebijakannya dilakukan agar langkahnya membuat pengguna sulit menggunakan kendaraan bermotor pribadi tetapi mudah aksesnya mendapatkan layanan transportasi publik massal di Jakarta," pungkas Tigor.

 


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya