Berita

Kebersamaan Anies Baswedan dan Ahmad Syaikhu/Ist

Politik

Batal Maju di Jabar, Anies Hormati Syaikhu

SENIN, 02 SEPTEMBER 2024 | 13:25 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Salah satu alasan Anies Baswedan menolak bertarung di Pilgub Jawa Barat (Jabar) karena tak ingin bersaing dengan Presiden PKS, Ahmad Syaikhu, yang sudah banyak membantunya saat Pilpres 2024 lalu.

Menurut Jurubicara Anies Baswedan, Angga Putra Fidrian, alasan ini berlandaskan moralitas yang selama ini dipegang teguh Anies Baswedan.

"Secara kalkulasi elektoral, ABW (Anies Baswedan) bisa menang (di Jawa Barat) walau tipis, tapi ya menang. Hanya saja pertimbangan moral dan hubungan baik itu lebih dari sekadar posisi," kata Angga lewat akun X miliknya, Senin (2/9).


Angga melanjutkan bahwa Anies Baswedan sesungguhnya mempunyai modal yang kuat untuk menang di Jawa Barat. Sebab Pilpres kemarin, Anies meraup 31,67 persen suara di Jawa Barat.

"Padahal ya, kalau jadi Gubernur Jabar, beliau bisa punya legitimasi untuk keliling Jabar selama 5 tahun. Kawasan yang punya 35 juta DPT di Pemilu," jelas Angga.

"Kemarin aja dapet 31 persen, kira-kira 10 jutaan suara lah. Kalau bisa keliling bisa dapet 50 persen 17 jutaan," tandas Jurubicara Anies Baswedan.

Dalam acara Mata Najwa, Anies juga mengungkap alasan lainnya tidak maju di Pilgub Jabar. Anies menyebut tidak ada permintaan dan panggilan dari warga Jawa Barat untuk memperbaiki daerahnya.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya