Berita

Acara sosialisasi peran perempuan dalam pengawasan partisipatif pada Pilkada serentak 2024 di hotel Aston Madiun/ RMOLJatim

Bawaslu

Pilkada 2024 Butuh Keterlibatan Perempuan

SENIN, 02 SEPTEMBER 2024 | 06:05 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Keterbatasan jumlah personel yang dimiliki Bawaslu Kota Madiun, Jawa Timur, menjadi tantangan besar dalam pengawasan Pilkada serentak 2024. Oleh sebab itu partisipasi seluruh elemen masyarakat menjadi sangat krusial. Termasuk kontribusi aktif dari kaum perempuan. 

Hal tersebut disampaikan Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Madiun, Mohda Alfian, di acara sosialisasi peran perempuan dalam pengawasan partisipatif pada Pilkada serentak 2024 di Hotel Aston Madiun, Sabtu (31/8). 

"Dalam Pilkada serentak 2024 dibutuhkan keterlibatan aktif perempuan dalam pengawasan. Kami tidak dapat melakukan pengawasan sendiri, sehingga peran pengawas partisipatif dari masyarakat, khususnya perempuan, sangat dibutuhkan. Misal dalam proses pemutakhiran daftar pemilih sementara (DPS), bantuan perempuan untuk memverifikasi data sangatlah vital," kata Mohda Alfian, diwartakan RMOLJatim, Minggu (1/9). 


Sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber Eka Rahmawati dari Bawaslu Jawa Timur dan Cahya Suryani, Koordinator Mafindo Mojokerto Raya. Dan diikuti oleh 110 peserta dari 23 organisasi perempuan di kota Madiun. 

Eka Rahmawati mengatakan, organisasi-organisasi perempuan bisa menggerakkan anggotanya untuk mengawasi seluruh tahapan Pilkada dan mendorong masyarakat agar lebih sadar akan hak pilihnya. Dia mengajak kaum perempuan untuk turut mengawal Pilkada menjadi ajang pemilihan yang demokratis dan bermartabat. 

Pengawasan partisipatif, lanjut Eka, adalah sebuah gerakan sosial yang harus ditumbuhkan agar masyarakat merasa "Handarbeni" atau memiliki rasa tanggung jawab terhadap keseluruhan proses Pemilu. Masyarakatlah yang paling berkepentingan dalam pemilihan ini, sehingga mereka perlu mengawasi agar proses pemilu berlangsung tanpa kecurangan dan menghasilkan calon yang benar-benar merepresentasikan aspirasi mereka.

"Perempuan diharapkan aktif mencari informasi mengenai calon-calon yang memiliki visi dan misi yang dapat menjawab isu-isu penting yang menyangkut kehidupan perempuan," jelasnya.

"Perempuan harus membangun posisi tawar yang kuat dengan calon-calon pemimpin, termasuk menjaga agar proses pemilihan lebih transparan, adil, dan berkontribusi terhadap kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat, termasuk perempuan dan kelompok-kelompok yang selama ini terpinggirkan," sambung Eka.

Isu-isu yang menyangkut perempuan sering kali kurang diperhatikan dan dianggap kurang penting. Faktanya lebih dari 50 persen pemilih adalah perempuan. 

Oleh sebab itu dia menekankan bahwa perempuan harus membawa ke permukaan isu-isu yang menjadi perhatian mereka, seperti kesehatan, pendidikan, kesejahteraan, dan inklusi sosial.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya