Berita

Dunia

Karyawan PESCO Ancam Mogok Kerja

MINGGU, 01 SEPTEMBER 2024 | 22:54 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Karyawan Peshawar Electric Supply Company (PESCO) telah mengumumkan aksi mogok kerja penuh mulai 2 September di distrik Swabi untuk menentang pembunuhan brutal terhadap rekan mereka.

Mereka mengumumkan aksi duduk pada hari Senin di Aman Chowk di Swabi dan mengumumkan bahwa pasokan listrik ke seluruh provinsi akan ditutup jika para pembunuh tidak ditangkap oleh polisi.

Perlu disebutkan di sini bahwa seorang pejabat PESCO tewas dan dua lainnya terluka pada hari Kamis ketika pengendara sepeda motor tak dikenal menembaki mereka, menurut pejabat polisi.


Polisi menyatakan bahwa mereka telah pergi ke Maneri Payyan untuk operasi penyelamatan, karena PESCO telah menugaskan mereka untuk menyelesaikan penyelamatan secepat mungkin.

"Para pejabat PESCO sedang dalam misi penyelamatan," kata seorang polisi, yang meminta identitasnya dirahasiakan. Insiden itu terjadi di desa Maneri Payyan, hanya berjarak satu kilometer dari kantor polisi Kota Swabi.

Personel PESCO yang terluka dan yang meninggal dibawa ke rumah sakit kantor pusat distrik, di mana dokter melaporkan bahwa salah satu yang terluka sudah tidak dalam bahaya, sementara yang lain dalam kondisi kritis.

Pada hari Jumat, karyawan dan masyarakat setempat menggelar protes dengan menyimpan jenazah perwira yang terbunuh, Hafiz Kamranullah, di Kolonel Sher Khan Shaheed Chowk.

Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan. Pada kesempatan ini, anak-anak yatim piatu dari pejabat yang terbunuh itu juga hadir bersama jenazah ayah mereka yang telah meninggal.

Sementara itu, jalan Topi, Mardan, dan Jahangir tetap ditutup untuk lalu lintas. Karyawan PESCO di distrik Swabi mengumumkan tiga hari berkabung sementara karyawan di seluruh distrik memulai aksi mogok.

Selama waktu ini, semua kantor tetap tutup dan mereka mengumumkan bahwa jika terdakwa tidak ditangkap, akan ada protes di seluruh provinsi mulai hari Senin.

Presiden Pusat Serikat Pekerja Hidroelektrik Gohar Taj, Presiden Provinsi Muhammad Iqbal, Sekretaris Jenderal Noorul Amin Khairazi, Jameel Khan Hazara, Saeed Ahmed dan Roohul Amin, serta yang lainnya menyampaikan protes dan menuntut pemerintah agar memberikan perlindungan kepada pejabat PESCO.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya