Berita

Ganjar Pranowo-Mahfud MD bersama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat pendaftaran Pilpres lalu/Ist

Politik

PDIP Usung Mahfud Cawapres Buat Benahi Hukum yang Diacak-acak

KAMIS, 22 AGUSTUS 2024 | 14:48 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pengumuman bakal calon kepala daerah yang diusung PDIP turut dihadiri Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan mantan Cawapres Mahfud MD.

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, saat menyampaikan laporannya menyebut bahwa Mahfud MD sebenarnya telah dipersiapkan Megawati untuk membenahi masalah hukum di Indonesia yang berusaha diacak-acak.

Hasto menyampaikan bahwa Megawati memilih Mahfud MD sebagai Cawapres mendampingi Ganjar Pranowo pada Pilpres kemarin karena melihat problematika bangsa yang semakin kompleks, terutama terkait dengan isu hukum, KKN dan pelanggaran konstitusi yang semakin terang-terangan.


"Prof Mahfud MD ini, (diusung) ketika Ibu Megawati berkontemplasi tentang problematika bangsa," kata Hasto di DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/8).

Hasto menambahkan bahwa Megawati memahami bahwa bangsa ini menghadapi tantangan besar terkait masalah hukum dan KKN yang semakin marak. 

Menurutnya, keputusan untuk mencalonkan Mahfud MD merupakan langkah yang tepat dan terbukti relevan dengan situasi saat ini. Di mana hari ini, DPR justru berupaya mengakali konstitusi.

“Kita berikan tepuk tangan kepada Prof Mahfud, dan hari ini membuktikan keputusan Ibu Mega itu sangat, sangat tepat,” jelas Hasto di hadapan para kader banteng moncong putih.

Pernyataan Hasto ini menegaskan pilihan Megawati Soekarnoputri tepat mencalonkan Mahfud MD pada Pilpres kemarin. Meskipun akhirnya harus menelan kekalahan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya