Berita

Menteri Pertahanan RI yang juga Presiden terpilih 2024, Prabowo Subianto bertemu dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese saat kunjungan kerja ke Canberra pada Selasa (20/8)/Ist

Politik

PM Albanese Janji Hadir di Pelantikan Prabowo

SELASA, 20 AGUSTUS 2024 | 14:27 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Menteri Pertahanan RI yang juga Presiden terpilih 2024, Prabowo Subianto bertemu dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese saat kunjungan kerja ke Canberra pada Selasa (20/8).

Dalam sambutannya, PM Anthony Albanese menyebut akan menghadiri pelantikan presiden terpilih periode 2024-2029 pada 20 Oktober mendatang.

"Saya berharap dapat bekerja sama dengan anda, Presiden terpilih Prabowo, untuk menghadiri pelantikan Anda pada Oktober mendatang. Tidak ada hubungan yang lebih penting daripada hubungan antara dua negara besar kita," kata PM Anthony Albanese.


Albanese mengatakan dirinya  menghormati kedatangan Prabowo ke Australia sebagai presiden terpilih sekaligus menteri pertahanan.

"Sekali lagi saya ucapkan selamat atas kemenangan Anda yang signifikan pada putaran pertama. Tidak memerlukan putaran kedua adalah pencapaian yang luar biasa. Saya berharap dapat membangun persahabatan kita dan melanjutkan hubungan yang kuat yang telah saya miliki dengan Presiden Jokowi setelah pemilihan Anda," ungkapnya.

Di tangan Prabowo, PM Albanese yakin sejumlah langkah kerja sama sebagai fondasi hubungan ekonomi antara kedua negara yang telah dilalui bersama presiden sebelumnya, yakni Joko Widodo (Jokowi) akan dilanjutkan.

"Langkah-langkah yang telah saya dan Presiden Jokowi ambil bersama menuju hubungan ekonomi yang lebih dalam akan menjadi fondasi bagi pekerjaan yang saya tahu akan terus berlanjut di bawah pemerintahan anda," jelas dia.

Pada kesempatan yang sama, Prabowo mengungkapkan dirinya sangat menghargai hubungan baik dan persahabatan antara Indonesia dan Australia.

"Perdana Menteri Albanese adalah yang pertama mengucapkan selamat kepada saya melalui telepon, sehari setelah pemilihan umum di Indonesia, yaitu pada 15 Februari. Ini adalah tanda persahabatan dan hubungan baik antara kami dan saya sangat menghargai hal ini sebagai orang Indonesia," ungkap Prabowo.

Dari jalinan persahabatan ini, Prabowo bakal melanjutkan hubungan baik antara Indonesia dan Australia melalui kebijakan-kebijakan yang telah dilakukan oleh Presiden Jokowi, terutama pada bidang ekonomi.

"Tentu saja akan saya lanjutkan dengan kebijakan umum Presiden Joko Widodo di mana Australia memainkan peran yang sangat penting bagi kami di berbagai bidang, terutama di bidang ekonomi. Kami ingin melihat lebih banyak partisipasi Australia dalam perekonomian kami," ujar Prabowo.

Pada kesempatan ini turut hadir Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Australia Richard Marles.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya