Berita

Balil Lahadalia mendaftar caketum Golkar/RMOL

Politik

Bahlil Bawa SK Era Ical Saat Daftar Jadi Caketum Golkar

SENIN, 19 AGUSTUS 2024 | 21:35 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Bahlil Lahadalia membawa Surat Keputusan (SK) pengurus DPD Golkar Papua saat mendaftar jadi Calon Ketua Umum (Caketum) di DPP Golkar, Palmerah Jakarta Barat pada Senin malam (19/8). 

"Hari ini saya bawa SK saya, saya enggak pernah jadi pengurus DPP, tapi saya pernah jadi pengurus DPD Golkar di provinsi Papua 2009-2014 dan SKnya ditandatangi oleh Pak Aburizal Bakrie dan Pak Idrus Marham," kata Bahlil. 

Dengan begitu, Bahlil mengklaim dirinya tidak melanggar Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) soal syarat pencalonan caketum. 


"Sesuai ADART pasal 18 tentang syarat-syarat pencalonan caketum," kata Bahlil. 

Selain itu, Bahlil juga mengklaim dirinya didukung 469 suara. 

"Kedua, saya membawa dukungan 469 suara pemilih suara dari total 558, artinya sudah melebihi dari hampir 80 persen. Saya juga membawa surat pernyataan tidak pernah masuk di partai lain dengan mengikuti PDLT," kata Bahlil. 

Meski percaya diri dengan mengklaim memenuhi sejumlah syarat, Bahlil mengakui bahwa perebutan kursi ketum Golkar adalah kompetisi. Arrtinya, Bahlil pun siap berkompetisi 

"Ada yang mengikuti kompetisi selain saya, itu saya pikir dalam demokrasi di Golkar, itu biasa-biasa saja," kata Bahlil. 

Selain Bahlil, ada nama Ridwan Hisjam yang terlebih dulu mendaftar sebagai Caketum Golkar. 

Seperti diketahui, DPP Partai Golkar akan membahas pergantian Ketua Umum sepeninggal Airlangga Hartarto dala Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan Musyawarah Nasional (Munas) yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, pada 20-21 Agustus 2024.


Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya