Berita

Puluhan massa FPN mendesak KPK untuk segera menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, dalam kasus proyek fiktif/RMOL

Politik

FPN:

Segera Tangkap Menteri Sakti Wahyu Trenggono!

SENIN, 19 AGUSTUS 2024 | 13:04 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Puluhan massa dari Front Pergerakan Nasional (FPN) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, yang dianggap sebagai aktor intelektual skandal proyek fiktif.

Desakan itu disampaikan langsung puluhan orang dari FPN saat menggelar unjuk rasa di depan Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin siang (19/8).

Ketua Umum FPN, Dos Santoso mengatakan, pihaknya mendesak KPK untuk segera mentersangkakan dan memenjarakan Trenggono sebagai aktor proyek fiktif di Telkom.


"KPK segera tangkap Sakti Wahyu Trenggono, ditengarai melakukan konsolidasi kekuatan politik untuk membuat kusut dan menutupi kasus proyek fiktif yang melibatkan dirinya. Terbukti Trenggono menarik anggota Polisi aktif untuk posisi Sekjen dan Dirjen di Kementerian KKP," kata Dos dalam orasinya di atas mobil komando.

Selain itu, FPN meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk mencabut penghargaan Bintang Mahaputera Utama yang diberikan untuk Trenggono.

"Tangkap, tangkap, tangkap Trenggono. Gantung, gantung, gantung Trenggono, gantung Trenggono sekarang juga," teriak Dos yang diikuti peserta aksi.

Dalam aksinya ini, FPN membawa berbagai atribut, mulai dari spanduk, baliho, bendera FPN, hingga Bendera Merah Putih.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

PUI: Pernyataan Kapolri Bukan Ancaman Demokrasi

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:52

BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA Sesuai UUD 1945

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:34

HMI Sumut Desak Petugas Selidiki Aktivitas Gudang Gas Oplosan

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:26

Presiden Prabowo Diminta Bereskan Dalang IHSG Anjlok

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:16

Isak Tangis Keluarga Iringi Pemakaman Praka Hamid Korban Longsor Cisarua

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:54

PLN Perkuat Pengamanan Jaringan Transmisi Bireuen-Takengon

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:53

TSC Kopassus Cup 2026 Mengasah Skill dan Mental Petembak

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:23

RUU Paket Politik Menguap karena Himpitan Kepentingan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:45

Kuba Tuding AS Lakukan Pemerasan Global Demi Cekik Pasokan Minyak

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:44

Unjuk Ketangkasan Menembak

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:20

Selengkapnya