Berita

Peneliti Institut Robotika telah mengembangkan metode baru untuk eksplorasi robot udara otonom dan koordinasi multirobot/Foto: Futurity

Tekno

Peneliti Kembangkan Robot Terbang Otonom Pascabencana

SABTU, 17 AGUSTUS 2024 | 10:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Diperkirakan 100 gempa bumi terjadi di seluruh dunia dan menyebabkan kerusakan setiap tahunnya. Kerusakan ini meliputi bangunan yang runtuh, kabel listrik yang putus, dan banyak lagi.

Berangkat dari masalah tersebut, para peneliti di Robotics Institute, Carnegie Mellon University, Amerika Serikat, mulai mengembangkan metode baru untuk melakukan eksplorasi bangunan yang rusak dengan menggunakan robot terbang otonom.

Hal ini bertujuan membantu responden pertama untuk mengumpulkan informasi dan membuat keputusan yang lebih tepat setelah bencana.


“Ide utama penelitian ini adalah menghindari redundansi dalam eksplorasi,” kata Seungchan Kim, mahasiswa PhD di Robotics Institute, seperti dikutip dari Futurity, Sabtu (17/8).

“Karena ini adalah eksplorasi multirobot, koordinasi dan komunikasi antar robot sangat penting. Kami merancang sistem ini sehingga setiap robot menjelajahi ruangan yang berbeda, memaksimalkan ruangan yang dapat dijelajahi oleh sejumlah drone," ujarnya.

Drone tersebut akan berfokus pada pendeteksian pintu secara cepat karena target yang penting, seperti orang, lebih mungkin berada di dalam ruangan daripada di koridor. Untuk menemukan pintu masuk yang menjadi target ini, robot memproses sifat geometris lingkungan sekitar menggunakan sensor lidar bawaan.

Dengan melayang pelan sekitar enam kaki dari lantai, robot udara mengubah data titik awan lidar 3D menjadi peta transformasi 2D. Peta ini menyediakan tata letak ruang sebagai gambar yang terdiri dari sel atau piksel, yang kemudian dianalisis oleh robot untuk isyarat struktural yang menandakan pintu dan ruangan.

Kim menjelaskan bahwa para peneliti memilih sensor lidar daripada kamera karena dua alasan utama. 

"Pertama, sensor menggunakan daya komputasi yang lebih sedikit daripada kamera. Kedua, kondisi di dalam gedung yang runtuh atau di lokasi bencana alam mungkin berdebu atau berasap, yang akan mengganggu penglihatan pada kamera tradisional," kata Kim.

Robot-robot tersebut tidak dikendalikan pangkalan terpusat. Sebaliknya, setiap robot membuat keputusan dan menentukan lintasan optimal berdasarkan pemahamannya terhadap lingkungan dan komunikasi dengan robot lain. 

Robot udara berbagi daftar pintu dan ruangan yang telah mereka jelajahi satu sama lain dan menggunakan informasi ini untuk menghindari area yang telah dikunjungi.

Tim tersebut mempresentasikan penelitian mereka pada Juli lalu di Konferensi Internasional IEEE 2024 tentang Robotika dan Otomasi.

Kim berencana untuk terus meneliti eksplorasi multirobot dan pemahaman adegan semantik untuk eksplorasi multirobot dan koordinasi tugas.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Sandy Rio Kuahaty Nakhodai GAMKI Jakut 2026-2029

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:26

Bawaslu Dorong Transformasi Digital dari Administrasi ke Pengawasan Berbasis Risiko

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:23

Kementerian HAM Perluas Akses Pendidikan Tak Hanya untuk ASN

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:14

Reformasi Kelistrikan Penting untuk Capai Ekonomi 8 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:01

Menkop Kukuhkan Yudi Azis sebagai Rektor IKOPIN Periode 2026–2031

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:44

Bahas Keamanan hingga Lapangan Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:42

Meracik Horor Komedi di Film Ghosthing, Ini Pandangan Peter Surya Wijaya

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:41

Tanggapi Survei Celios, Gibran Janji Kerja Lebih Baik

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:35

Mantan Pj Gubernur Sulsel Bantah Cawe-cawe Pengadaan Bibit Nanas

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:31

APBD DKI 2027 Diusulkan Rp82,89 Triliun, Naik 4,18 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20

Selengkapnya