Berita

Gedung Sampoerna Academy Medan/Ist

Nusantara

Sampoerna Academy Kembali Tegaskan Komitmen Sekolah Anti Perundungan

KAMIS, 15 AGUSTUS 2024 | 21:20 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Penyelenggaraan pendidikan yang terbebas dari segala bentuk perundungan menjadi komitmen yang harus dijunjung agar peserta didik tumbuh menjadi pribadi yang memiliki prestasi dan akhlak yang dapat diteladani.

Demikian penegasan yang disampaikan pihak Sampoerna Academy Medan terkait semakin banyaknya pemberitaan yang tidak akurat dan berpotensi merugikan nama baik mereka pasca keputusan mengeluarkan siswa yang terlibat aksi perundungan dari sekolah mereka.

“Kami perlu menekankan kembali bahwa keputusan ini telah melalui beberapa proses pertemuan, klarifikasi kepada pihak-pihak terkait dan meneliti seluruh bukti yang ada, serta pertimbangan yang menyeluruh dari manajemen pusat Sampoerna Academy. Oleh karena itu, keputusan tersebut bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat,” kata Akbar Sugema Allutfi, Perwakilan Corporate Communication Sampoerna Academy dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/8).


Ia menegaskan, Sampoerna Academy Medan tetap berkomitmen pada misi menyediakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh anggota komunitas sekolah. Atas dasar itulah mereka menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap perilaku perundungan, baik yang diduga ataupun yang telah terbukti, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang melibatkan murid, orang tua murid, guru, karyawan, maupun masyarakat sekitar selaku komunitas sekolah yang menyebabkan ketidakamanan dan ketidaknyamanan di lingkungan belajar sekolah kami.

“Kami akan bertindak tegas dan tidak segan untuk menindaklanjuti segala aduan ataupun laporan terkait perilaku perundungan ini, sesuai dengan nilai-nilai yang dianut sekolah, peraturan sekolah, maupun ketentuan terkait yang berlaku di negara Republik Indonesia. Kami yakin bahwa perilaku perundungan dalam bentuk apapun harus ditindak tegas agar tidak membudaya di lingkungan manapun,” pungkasnya.

Pihak Academy Sampoerna berharap penjelasan ini tidak membuat pihak keluarga dari siswa yang dikeluarkan tersebut terus menerus membangun opini publik yang memojokkan pihak sekolah. Sebab, keputusan itu mereka ambil untuk melindungi peserta didik lain dari potensi perundungah oleh siswa tersebut.

“Kami berharap pernyataan sikap ini dapat memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai situasi ini serta menjawab kesimpangsiuran yang mungkin timbul,” pungkasnya.


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya