Berita

Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman/Sach Kabrain

Dunia

Pangeran MBS Takut Dibunuh karena Upayakan Normalisasi dengan Israel

KAMIS, 15 AGUSTUS 2024 | 13:58 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Laporan situs berita Politico menyebut saat ini Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS) tengah dalam dilema untuk melakukan upaya normalisasi dengan Israel.

Melalui sumber-sumber yang dekat dengan MBS, dikatakan bahwa Pangeran Arab itu memiliki niat untuk mencapai kesepakatan besar dengan AS dan Israel.

Rincian isi kesepakatan masih dirahasiakan tetapi mencakup jaminan perjanjian, bantuan untuk program nuklir sipil, dan investasi ekonomi di berbagai bidang seperti teknologi dari AS.


Sebagai gantinya Saudi harus bersedia melaksanakan normalisasi hubungan dengan Israel dan membatasi kerjasamanya dengan China.

Menurut sumber yang dikutip Politico pada Kamis (15/8), meski menguntungkan Saudi, tetapi MBS tidak puas karena Israel menolak memasukkan pembentukan negara Palestina dalam kesepakatan mereka.

Menurut MBS, isu Palestina sangat penting di kalangan negara-negara Muslim di Timur Tengah. Dia merasa tidak yakin jika melanjutkan kesepakatan dengan AS dan Israel tanpa memasukkan hal tersebut.

Dia juga mengungkap ketakutannya tentang ancaman pembunuhan yang akan dia hadapi jika berurusan lebih dalam dengan Israel tanpa mendukung Palestina.

"Orang Saudi sangat peduli tentang ini, dan seluruh Timur Tengah sangat peduli tentang ini, dan masa jabatan saya sebagai penjaga tempat-tempat suci Islam tidak akan aman jika saya tidak mengatasi masalah keadilan yang paling mendesak di kawasan kita," ujar MBS, seperti dikatakan sumber yang mendengar percakapan tersebut.

MBS takut nasibnya akan berakhir seperti Pemimpin Mesir Anwar Sadat yang dibunuh setelah  mencapai kesepakatan damai dengan Israel.

Ancaman pembunuhan MBS semakin besar, terutama karena Perang Gaza telah meningkatkan kemarahan Arab terhadap Israel.

Seorang pejabat senior Saudi mengatakan, MBS percaya bahwa tanpa menyelesaikan masalah Palestina, negaranya pada akhirnya tidak akan mendapatkan keuntungan dari manfaat ekonomi, teknologi, dan militer yang seharusnya dari keseluruhan kesepakatan.

"Itu karena kita tidak akan memiliki keamanan dan stabilitas regional tanpa mengatasi masalah Palestina," kata pejabat itu.

MBS disebut sebagai seorang otokrat yang telah menekan perbedaan pendapat politik, tetapi ia masih peduli dengan opini publik.

Masalah Palestina khususnya sensitif karena hal itu merugikannya dengan warga Saudi yang lebih muda yang sebaliknya mendukung reformasi sosialnya dan memberikan benteng terhadap garis keras agama dan bangsawan yang menentangnya.

“Ia memiliki populasi yang sangat muda yang dalam banyak hal telah bersemangat, tergerak oleh konflik besar pertama antara Israel dan Palestina yang telah banyak mereka saksikan dalam hidup mereka. Tidak perlu berada di dalam kepalanya untuk memahami bahwa ini akan membebani dirinya,” kata seorang pejabat senior kedua pemerintahan Biden.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah bersumpah untuk tidak pernah mengizinkan pembentukan negara Palestina, seperti yang dilakukan oleh anggota sayap kanan dari koalisi pemerintahannya.

Masih belum jelas apakah strategi MBS dengan menekankan risiko yang diambilnya akan meyakinkan Netanyahu bahwa ia juga harus mengambil risiko.

Tokoh Timur Tengah lainnya yang dibunuh karena mengejar normalisasi dengan Arab Saudi adalah Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

SGU Gandeng Poltek SSN Perkuat Pendidikan Siber Keamanan

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:09

Jokowi Bohong soal 54 Kali Ajak Makan Siang PKL Solo

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:02

Sentralisasi Hambat Otonomi Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:49

Kejagung Periksa Tujuh Saksi Kasus TPPU Febrie, Empat Penyidik Polri

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:05

Terungkap Jokowi Ikut Dirikan Gerindra di Solo Jelang Pemilu 2009

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:00

Satgas Jaga Jakarta dan FKDM Jangan Loyo Antisipasi Tawuran Warga

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:28

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengedar Etomidate

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:24

Beredar Hasil Survei 32 Capres 2029

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:02

DKPP Putus Perkara Helikopter KPU pada 29 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:23

GOR Ciracas Diserbu 3.190 Pelamar Kerja

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:05

Selengkapnya