Berita

Bakal Calon Walikota Bandung dari Partai Nasdem, Muhammad Farhan/RMOLJabar

Politik

Farhan Bisa Kuasai Suara Anak Muda pada Pilwalkot Bandung

KAMIS, 15 AGUSTUS 2024 | 06:40 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Bakal Calon Walikota Bandung dari Partai Nasdem, Muhammad Farhan, tidak bisa dianggap sebelah mata. Selain terus bercokol di puncak popularitas dan elektabilitas, Farhan juga dinilai memiliki kekuatan lebih.

Salah satu kekuatannya, menurut pakar politik Universitas Padjadjaran (Unpad), Firman Manan, Farhan bisa meraup suara anak muda di Pilwalkot Bandung 2024.

Sebab, Farhan merupakan figur yang cukup aktif dalam kegiatan sosial. Kemudian Farhan juga memiliki pengalaman sebagai pejabat publik.


"Kang Farhan terutama dia memiliki pengalaman sebagai pejabat publik menjadi anggota DPR, kedua dia juga memiliki cukup aktivitas sosial masyarakat di Kota Bandung salah satunya mengurus Persib,” kata Firman saat dihubungi RMOLJabar, Rabu (14/8).

Firman menyebut, keaktifan Farhan dalam berbagai aktivitas sosial masyarakat selama ini bisa menjadi nilai tambah sebagai modal dirinya maju dalam Pilwalkot Bandung. Mengingat pemilih akan melihat figur-figur yang memiliki kedekatan di level lokal.

"Kedekatannya itu karena orang itu punya track record melakukan aktivitas-aktivitas sosial kemasyarakatan, dan itu tidak harus pejabat publik tapi juga orang-orang yang aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Nah, Kang Farhan punya potensi itu,” ujar peneliti senior Indonesian Politics Research & Consulting itu.

Meski demikian, nama Farhan selalu berada di posisi kedua calon yang memiliki angka popularitas dan elektabilitas tinggi. Untuk bisa mulus mencalonkan diri sebagai Walikota Bandung, Farhan harus bisa menemukan pasangan yang tepat yang bisa sama-sama mendongkrak suaranya dan saling melengkapi.

Mengingat Nasdem belum memenuhi syarat minimal untuk pendaftaran ke KPU yakni 10 kursi. Pada Pileg 2024, Nasdem hanya meraih 6 kursi di DPRD Kota Bandung.

"Nasdem tidak bisa maju sendirian, ini juga yang menurut saya masih menjadi hambatan, sejauh mana kemudian Farhan dan Partai Nasdem itu bisa membangun koalisi memenuhi persyaratan 20 persen lalu menemukan pasangannya,” jelas Firman.

Walau begitu, Firman menyebut jika Farhan bisa segera menemukan calon pasangannya, yang kemudian mendeklarasikan pencalonan dirinya sebagai calon Walikota Bandung dan Wakil Walikota Bandung maka bukan tidak mungkin popularitas dan elektabilitasnya akan semakin tinggi dan menjadi nomor satu.

“Perlihatkan keseriusan untuk maju itu bisa kemudian membangun persepsi publik bahwa Kang Farhan ini serius untuk maju bukan tidak mungkin elektabilitasnya akan semakin meningkat. Karena semua nama yang ada saat ini masih belum pasti, belum ada satupun sebetulnya yang secara resmi direkomendasikan partai,” beber Firman.

Dengan catatan, lanjut Firman, pasangan yang digandeng haruslah benar-benar tepat yang bisa saling melengkapi, bukan malah membuat elektabilitasnya menurun.

Apalagi dalam beberapa kasus setelah dipasangkan justru calon dan wakil saling menurunkan elektabilitas. Misal karena memiliki rekam jejak buruk, basis pemilihnya saling resisten atau berlawanan satu sama lain seperti secara ideologi yang signifikan.

Rumus sederhananya, menurut Firman, pasangan itu saling melengkapi. Berkaca dari Pilwalkot sebelumnya Ridwan Kamil dengan Oded M Danial, di mana figur nasionalis disandingkan dengan figur yang religius.

Dalam hal ini misal Farhan yang nasionalis bisa mencari pasangan yang punya latar belakang religius termasuk partainya, makanya muncul Nasdem dan PKS misalnya.

Lebih jauh, Firman melihat akan terjadi pertarungan cukup keras antara Farhan dengan Atalia Praratya jika maju mencalonkan diri di Pilwalkot dengan asumsi mereka tidak berpasangan.

“Kalau saya melihat bahkan faktornya adalah Ibu Atalia. Kalau Atalia tidak maju maka Kang Farhan punya peluang lebih besar," tuturnya.

"Tapi kalau Atalia maju dengan asumsi mereka tidak berpasangan atau berhadap-hadapan maka akan ada pertarungan yang cukup keras antara Kang Farhan dan Ibu Atalia, ditambah pasangan lainnya. Kalau tidak ada Ibu Atalia Kang Farhan akan diuntungkan, tapi kalau berhadapan akan membuat pertarungannya menarik,” tandas Firman.

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

Tips Aman Belanja Online Ramadan 2026 Bebas Penipuan

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:40

Pasukan Elit Kuba Mulai Tinggalkan Venezuela di Tengah Desakan AS

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:29

Safari Ramadan Nasdem Perkuat Silaturahmi dan Bangun Optimisme Bangsa

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:23

Tips Mudik Mobil Jarak Jauh: Strategi Perjalanan Aman dan Nyaman

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:16

Legislator Dorong Pembatasan Mudik Pakai Motor demi Tekan Kecelakaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:33

Pernyataan Jokowi soal Revisi UU KPK Dinilai Problematis

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:26

Tata Kelola Konpres Harus Profesional agar Tak Timbulkan Tafsir Liar

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:11

Bukan Gibran, Parpol Berlomba Bidik Kursi Cawapres Prabowo di 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:32

Koperasi Induk Tembakau Madura Didorong Perkuat Posisi Tawar Petani

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:21

Pemerintah Diminta Kaji Ulang Kesepakatan RI-AS soal Pelonggaran Sertifikasi Halal

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:04

Selengkapnya