Berita

Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo/Ist

Politik

Prabowo Bakal Menelan Kenyataan Pahit jadi Presiden Akibat Jokowi Vs PDIP

RABU, 14 AGUSTUS 2024 | 21:47 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Presiden terpilih 2024 Prabowo Subianto diprediksi tidak akan mulus memimpin Indonesia selama lima tahun ke depan, sebagai imbas dari perseteruan antara Presiden ketujuh RI Joko Widodo dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). 

Dosen ilmu pemerintahan Universitas Pamulang (UNPAM), Efriza memandang hubungan Jokowi dan PDIP yang semakin meruncing pasca pemilihan presiden (Pilpres) 2024 akan mempengaruhi jalannya pemerintahan Prabowo ke depan. 

Pasalnya, dia meyakini PDIP dan beberapa partai lain yang bakal menjadi oposisi akan menganggap pemerintahan Prabowo sebagai cerminan dari yang dilakukan Jokowi selama memerintah 10 tahun ke belakang


"Prabowo ketiban beban karena citra negative Jokowi sebagai presiden dalam memerintah, sebelum dia memerintah sudah memperoleh stigma negatif di publik karena akan melanjutkan program pemerintahan Presiden Jokowi," ujar Efriza kepada RMOL, Rabu (14/8).

Oleh karena itu, pengamat dari Citra Institute itu menilai usaha Prabowo selama bertahun-tahun menggapai kursi RI 1 menghasilkan tantangan-tantangan baru yang tidak mudah, karena kemenangannya di Pilpres 2024 tidak terlepas dari peranan Jokowi yang tak lagi mendukung arah politik PDIP. 

"Sehingga Prabowo menghadapi kenyataan pahit melanjutkan program Jokowi yang dalam program memungkinkan baik seperti BPJS. Tetapi stigma negatif Jokowi dalam memerintah ini yang akan membebani Prabowo," tuturnya. 

"Seolah-olah Prabowo harus menghadapi kenyataan bahwa karakter memerintah Jokowi yang buruk, akan tersematkan juga oleh Prabowo yang padahal dia belum memerintah," tambah Efriza.



Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya