Berita

Taiwan meluncurkan kampanye Go Green with Taiwan/Ist

Dunia

Go Green Taiwan Buka Peluang Proposal Hijau untuk Indonesia

SENIN, 12 AGUSTUS 2024 | 11:48 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Taiwan dengan komitmennya terhadap inovasi teknologi dan produk ramah lingkungan, memimpin dengan kampanye 'Go Green with Taiwan' yang mendorong masyarakat untuk beralih ke gaya hidup yang lebih berkelanjutan.

Gaya hidup Go Green merujuk pada upaya individu dan komunitas untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari mulai dari penggunaan energi yang efisien, pengurangan limbah, hingga pemilihan produk yang ramah lingkungan. 

Taiwan terkenal dengan inovasi produk hijau, seperti panel surya portabel, kincir angin kecil, lampu LED hemat energi, dan peralatan elektronik dari bahan daur ulang, serta skuter listrik.


“Semua produk ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada energi fosil tetapi juga mendorong penggunaan energi terbarukan dan memberikan alternatif transportasi yang efisien di kota-kota besar,” kata International Trade Administration (TITA) Director General Cynthia Kiang dalam keterangannya, Senin (12/8).

Kampanye ini mengajak orang-orang dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, untuk menunjukan kreativitas mereka dengan mengirimkan proposal yang menggabungkan produk dan solusi hijau dari Taiwan. 

Tujuannya tidak hanya untuk mempromosikan industri hijau Taiwan, tetapi juga untuk bersama-sama menjaga bumi melalui kerjasama internasional, dan akan ada hadiah uang tunai sebesar 20.000 dolar AS untuk tiga proposal terbaik.

Ada empat kategori yang wajib dipenuhi perusahaan-perusahaan yang ingin mengajukan proposal dalam kampanye Go Green With Taiwan. Pengajuan proposal dibuka dari 19 Juni sampai 31 Agustus 2024. 

Untuk info lebih lengkap, dapat mengunjungi situs resmi acara: https://gogreen.taiwanexcellence.org/.

Kampanye Go Green with Taiwan menunjukkan bahwa dengan teknologi dan kesadaran, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Kolaborasi antara Indonesia dan Taiwan dalam kampanye ini dapat menciptakan sinergi yang kuat dalam menghadapi tantangan pemanasan global. 

Produk dan solusi hijau dari Taiwan dapat diadaptasi dan diterapkan di Indonesia untuk mendukung upaya pengurangan emisi gas rumah kaca dan peningkatan penggunaan energi terbarukan. 

Misalnya, teknologi pembangkit listrik tenaga surya dan angin dari Taiwan dapat membantu Indonesia mencapai target bauran energi terbarukan sebesar 23 persen pada tahun 2025.



Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

Tips Aman Belanja Online Ramadan 2026 Bebas Penipuan

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:40

Pasukan Elit Kuba Mulai Tinggalkan Venezuela di Tengah Desakan AS

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:29

Safari Ramadan Nasdem Perkuat Silaturahmi dan Bangun Optimisme Bangsa

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:23

Tips Mudik Mobil Jarak Jauh: Strategi Perjalanan Aman dan Nyaman

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:16

Legislator Dorong Pembatasan Mudik Pakai Motor demi Tekan Kecelakaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:33

Pernyataan Jokowi soal Revisi UU KPK Dinilai Problematis

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:26

Tata Kelola Konpres Harus Profesional agar Tak Timbulkan Tafsir Liar

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:11

Bukan Gibran, Parpol Berlomba Bidik Kursi Cawapres Prabowo di 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:32

Koperasi Induk Tembakau Madura Didorong Perkuat Posisi Tawar Petani

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:21

Pemerintah Diminta Kaji Ulang Kesepakatan RI-AS soal Pelonggaran Sertifikasi Halal

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:04

Selengkapnya