Berita

Warga Palestina bersiap pergi ke tempat lain, menyusul peringatan evakuasi tentara Israel di Kota Hamad di Khan Yunis, Gaza pada Minggu, 11 Agustus 2024/AA

Dunia

Sejak Pembantaian Sekolah, Lebih dari 75.000 Warga Ngungsi ke Gaza Barat

SENIN, 12 AGUSTUS 2024 | 11:18 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menyusul serangan bom mematikan di Sekolah Al-Taba’een, Gaza, puluhan ribu warga Palestina berbondong-bondong pergi ke lokasi aman. 

Kepala Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini pada Senin (12/8) menyebut lebih dari 75.000 warga Palestina telah mengungsi di barat daya Gaza dalam beberapa hari terakhir.

“Selama beberapa dekade, warga sipil Palestina sudah terlalu sering terjebak dalam perang dan konflik. Hanya dalam beberapa hari terakhir, lebih dari 75.000 orang telah mengungsi di barat daya Gaza,” cuit Lazzarini di X, seperti dimuat Anadolu Ajansi.


Lazzarini mencatat bahwa militer Israel telah mengeluarkan perintah tambahan dalam semalam yang memaksa lebih banyak orang untuk melarikan diri dari Gaza Selatan.

"Beberapa warga Palestina yang melarikan diri hanya mampu membawa anak-anak mereka, beberapa membawa seluruh hidup mereka dalam satu tas kecil,” paparnya.

“Mereka pergi ke tempat-tempat yang penuh sesak di mana tempat penampungan sudah penuh dengan keluarga. Mereka telah kehilangan segalanya dan membutuhkan segalanya,” kata Lazzarini lagi.

Tentara Israel mengeluarkan perintah evakuasi pada Sabtu malam dan Minggu dini hari bagi penduduk di Jalur Gaza, yang terbaru dikeluarkan untuk “zona aman kemanusiaan” di Khan Younis di Jalur Gaza selatan.

Ini menandai ketiga kalinya dalam waktu sekitar seminggu tentara Israel memperluas perintah evakuasi di Khan Younis, sejak memulai operasi militer ofensif pada hari Jumat (9/8).

Israel dikecam keras oleh banyak negara ketika melancarkan serangan udara di Sekolah Al-Taba’een pada Sabtu (10/8) hingga menewaskan lebih dari 100 warga sipil. 

Meskipun ada seruan dari para mediator, termasuk Mesir, Amerika Serikat dan Qatar, untuk menghentikan permusuhan dan mencapai gencatan senjata serta perjanjian pertukaran sandera, Israel tetap melakukan serangan mematikan terhadap Gaza.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya