Berita

Donald Trump/Los Angeles Times

Global

Data Tim Kampanye Trump Diretas, Tuduh Iran Pelakunya

MINGGU, 11 AGUSTUS 2024 | 14:32 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Tim kampanye pemenangan Donald Trump melaporkan bahwa data rahasia mereka telah diretas dan Iran dituduh sebagai pihak yang melakukannya.

Pernyataan itu dikeluarkan tak lama setelah situs web Politico mengaku telah menerima email anonim yang menawarkan sejumlah dokumen rahasia tentang kampanye Trump yang juga memuat kelemahan wakilnya, J.D. Vance.

Juru bicara kampanye Trump, Steven Cheung menyebut data-data yang ditawarkan itu telah diambil secara ilegal oleh pihak asing yang berusaha mengacaukan jalannya pemilu  Amerika Serikat.


"Dokumen-dokumen ini diperoleh secara ilegal dari sumber-sumber asing yang memusuhi Amerika Serikat, yang dimaksudkan untuk mengganggu pemilihan umum 2024 dan menimbulkan kekacauan di seluruh proses Demokratik kami," tegasnya, seperti dimuat Reuters pada Minggu (11/8).

Di platform Truth Social, Trump menyalahkan Iran atas peretasan terhadap salah satu situs webnya, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Tim kampanye Trump merujuk pada laporan hari Jumat (9/8) dari para peneliti Microsoft yang mengatakan bahwa para peretas yang terkait dengan pemerintah Iran mencoba membobol akun seorang pejabat tinggi dalam kampanye presiden AS pada bulan Juni.

Para peretas telah mengambil alih akun milik mantan penasihat politik dan kemudian menggunakannya untuk menargetkan pejabat tersebut.

Sayangnya, laporan itu tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang identitas para target.

Misi tetap Iran untuk PBB di New York mengatakan dalam sebuah email bahwa pihaknya tidak memiliki atau menyimpan niat atau motif apa pun untuk ikut campur dalam pemilihan presiden AS.

"Kami tidak mempercayai laporan tersebut," bunyi pernyataan tersebut, menanggapi tuduhan tim kampanye Trump.

Trump memiliki hubungan yang tidak baik dengan Iran. Selama menjadi presiden AS, ia membunuh komandan militer Iran Qassem Soleimani pada tahun 2020 dan menarik diri dari kesepakatan nuklir multilateral Iran.

Trump selamat dari upaya pembunuhan pada bulan Juli. Sebelum aksi penembakan itu, staf keamanan Trump dilaporkan memperketat pengawasan setelah ada laporan ancaman terorisme dari Iran.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya