Berita

Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto di Galeri Nasional, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Kamis (8/8)/RMOL

Politik

PDIP Endus Aroma Tidak Sehat di Balik Upaya Penjegalan Anies

JUMAT, 09 AGUSTUS 2024 | 02:53 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) merespons dugaan penjegalan Anies Baswedan maju di pemilihan gubernur (Pilgub) DKI Jakarta. 

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP, Hasto Kristiyanto menuturkan, demokrasi akan menjadi tidak sehat jika ada pihak tertentu menjegal warga negara lainnya untuk bisa maju dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2024. 

"Ya kalau kami menerima laporan memang ada upaya-upaya untuk mengganjal pencalonan Anies Baswedan," kata Hasto menjawab wartawan saat ditemui di sela-sela mendampingi Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri di Galeri Nasional, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Kamis (8/8). 


Hasto mewanti-wanti semua pihak agar bisa menjaga demokratisasi pada Pilkada Serentak 2024. Sebab menurutnya, demokrasi akan rusak jika ada pihak mengganjal seseorang maju dalam kontestasi. 

"Dan siapa pun yang oleh proses yang seharusnya demokratis, tetapi ketika ada upaya-upaya untuk mengganjal calon-calon tertentu, itu kehidupan demokrasi kita tidak sehat," ujarnya. 

Oleh karena itu, PDIP berkomitmen mengawal Pilkada agar berlangsung secara sehat, tidak ada yang menutup peluang para calon pemimpin yang maju dalam kontestasi Pilkada. 

"Karena itulah PDI Perjuangan terus mengawal agar kontestasi Pilkada dapat berlangsung sehat dan tidak ada bentuk penghadangan kepada siapapun, partai manapun kader manapun. Karena setiap anak bangsa oleh konstitusi itu memiliki hak konstitusional untuk dicalonkan," tuturnya. 

"Itu yang kami harapkan, sehingga kehidupan demokrasi harus kita perjuangkan bersama-sama. Dan di Jakarta, itu harus menampilkan suatu kontestasi yang menarik, kontestasi yang berkeadaban, yang kaya dengan ide-ide besar untuk membangun Jakarta dan Indonesia," sambungnya menambahkan.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Misteri Listrik Kejagung Padam di Tengah Pemeriksaan Febrie Adriansyah, Mobil Tahanan Bersiaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:06

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:52

Indonesia Putar Haluan dari AS dan Bidik Pasar Ekspor Baru

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:38

Mentan Ngamuk, Minta Polisi Sikat Tujuh Perusahaan Culas Penolak Tebu Petani

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:29

100 Tahun Rarud Batur: Ketika Lava Tak Mampu Menghapus Peradaban

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:19

DPR Desak Operator Seluler Patuhi Putusan MK soal Kuota Internet Hangus

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:16

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Sekolah Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:01

PIKI Gelar Seminar Nasional di Tentena, Dorong Reformulasi Tata Kelola Dana Bagi Hasil Pertambangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:52

PPP Banten Bergejolak, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:51

Selengkapnya