Berita

Diskusi Indef secara daring pada Kamis (8/8)/RMOL

Bisnis

Selisih Dua Kali Lipat, Data Impor Tekstil China dan RI Berbeda

KAMIS, 08 AGUSTUS 2024 | 13:54 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pencatatan nilai impor China di dalam negeri terindikasi berbeda dengan yang dicatat oleh negara Tirai Bambu.

Peneliti Center of Industry Trade and Investment Indef, Ahmad Heri Firdaus, mengungkapkan bahwa dalam situs Trade Map barang impor tekstil China yang dicatat Indonesia lebih sedikit dibandingkan dengan yang tercatat oleh Tiongkok.

"Terdapat perbedaan pencatatan, kalau kita lihat impor Indonesia dari China ini yang masuk itu jauh lebih sedikit daripada yang dicatat oleh China ketika mereka mengeluarkan barang dengan tujuan ke Indonesia," katanya dalam Diskusi Publik Indef secara daring pada Kamis (8/8).


Heri memberikan contoh perbedaan data tersebut, di mana barang dengan kode produk 6109 untuk kelompok pakaian jadi yang tercatat keluar di China untuk tujuan Indonesia sebesar 39,5 juta. Namun, ketika barang tersebut masuk ke Indonesia jumlahnya hanya sebesar 19,9 juta.

"Nah ini sisanya kemana? Apa nyemplung di laut, hilang? Atau masuk lewat mana? Ini yang menjadi pertanyaan, kok jauh banget selisihnya dua kali lipat dari yang dicatat China," tuturnya.

Heri pun mempertanyakan jalur masuk barang yang tidak tercatat itu, yang diduga telah menyebabkan maraknya impor ilegal di dalam negeri.

"Pintu masuknya lewat mana kok yang tercatat resmi hanya separuhnya? Ini tidak hanya Tiongkok, tapi dari negara lain juga berbeda semua bisa dicek datanya," tegasnya.

Heri menekankan indikasi impor ilegal ini harus ditangani dengan serius oleh pemerintah, yang telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Impor Ilegal.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Kopilot Malaysia Ngaku Diupah Rp220 Juta Selundupkan 26 Kg Ekstasi ke Jakarta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:20

Merdeka dalam Keserakahan: Ilusi Kemerdekaan di Usia 81 Tahun

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:02

Polda Metro Masih Selidiki Dugaan Pencabulan oleh Oknum Pendeta

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:52

Loyalis Anies Dicecar KPK soal Jual Beli Properti di Kasus TPPU Rita Widyasari

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:25

Begini Respons Deddy Sitorus Usai Dilaporkan KWP ke MKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:02

Warga Tuban Terdampak Debu Pabrik, Semen Indonesia Mangkir Dipanggil DPRD

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:11

Terjang Ombak, Dedikasi Mantri BRI Buka Jalan Akses Finansial Pulau Seram

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:02

Bea Cukai Ciduk Kopilot Kurir Narkoba, Duit Negara Rp207,9 Miliar Selamat

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:41

Transformasi Danantara Dongkrak Pendapatan Telkom hingga Tembus Rp75,9 Triliun

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:22

Polda Metro Jaya Cokok 728 Tersangka Curanmor

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:06

Selengkapnya