Berita

Kapal penjaga pantai Vietnam CSB 8002 berlabuh di Manila, Filipina, Senin (5/8)./ANN

Dunia

Hadapi China, Akhirnya Vietnam dan Filipina Gelar Latihan Bersama

KAMIS, 08 AGUSTUS 2024 | 08:02 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Dua negara anggota ASEAN, Vietnam dan Filipina, sepakat untuk memperkuat kerjasama maritim di tengah ketidakpastian kawasan akibat agresivitas Tiongkok. Kedua negara akan menggelar latihan gabungan pertama mereka pada tanggal 9 Agustus.

Nikkei Asia melaporkan, kapal penjaga pantai Vietnam sepanjang 90 meter CSB 8002 telah tiba di Manila pada hari Senin lalu (5/8). Partnernya dalam latihan bersama ini adalah  kapal patroli lepas pantai Filipina sepanjang 83 meter, BRP Gabriela Silang.

Latihan gabungan tersebut akan mencakup simulasi pencarian dan penyelamatan serta pelatihan pencegahan kebakaran dan ledakan.


Kolaborasi ini menyusul kesepakatan antara Manila dan Beijing untuk meredakan ketegangan di Laut China Selatan, khususnya mengenai misi pasokan ulang Filipina ke Second Thomas Shoal.

Waktu pelaksanaan latihan ini juga bertepatan dengan perubahan kepemimpinan Hanoi setelah meninggalnya Sekretaris Jenderal Partai Komunis Nguyen Phu Trong dan suksesi resmi Presiden Vietnam To Lam sebagai pemimpin partai pada hari Sabtu lalu.

Para ahli memandang latihan ini sebagai hal yang penting untuk meningkatkan hubungan bilateral dan keamanan regional. "Ini penting karena kita sedang membangun kemitraan dan menunjukkan kepada dunia bahwa dua negara yang bersengketa di Laut Filipina Barat dapat bekerja sama," kata Laksamana Muda Armand Balilo, juru bicara Penjaga Pantai Filipina, kepada wartawan.

Nikkei Asia menekankan pendapat Balilo bahwa kunjungan Penjaga Pantai Vietnam bermula dari kesepakatan untuk inisiatif pengembangan kapasitas yang ditetapkan selama kunjungan kenegaraan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. ke Hanoi pada bulan Januari.

"Ini bagus karena ini seperti contoh bahwa meskipun kita adalah pihak yang bersengketa, kita dapat terlibat dalam latihan dan pertukaran antarmasyarakat," kata Balilo dalam sebuah wawancara dengan Nikkei Asia.

Komodor Algier Ricafrente, wakil kepala staf PCG untuk urusan internasional, menggarisbawahi pentingnya latihan gabungan ini secara strategis. "Jika negara-negara kita perlu bersatu dan menangani insiden di masa mendatang, latihan ini sangat penting," ungkapnya kepada wartawan.

Peraturan terbaru Tiongkok yang mengizinkan penjaga pantainya menahan warga negara asing yang melintasi garis maritim yang ditetapkan oleh Beijing menambah urgensi latihan ini, yang akan berlangsung di Teluk Manila, yang menghadap Laut Cina Selatan. Nikkei Asia mencatat bahwa peraturan baru ini telah mengintensifkan sengketa maritim regional.

Julio Amador, CEO Amador Research Services di Manila, menjelaskan kepada Nikkei Asia bahwa prospek latihan gabungan antara negara-negara penggugat hanya dapat dilakukan dengan "itikad baik," karena kedua negara mencari kerja sama sambil mempertahankan klaim maritim mereka. Amador menyarankan untuk memperluas kerja sama ini agar mencakup negara-negara penggugat ASEAN lainnya di Laut Cina Selatan.

Don McLain Gill, seorang analis dan dosen di Universitas De La Salle di Manila, menggambarkan latihan ini sebagai "perkembangan penting" bagi hubungan bilateral. Ia mengatakan kepada Nikkei Asia bahwa meningkatkan rasa saling percaya dan komunikasi antara Filipina dan Vietnam "akan mempersulit Tiongkok untuk ikut campur."

Gill juga mengusulkan agar kedutaan besar Filipina dan Vietnam bekerja sama bila diperlukan, serupa dengan kerja sama yang terlihat antara Kedutaan Besar AS dan negara-negara lain di Filipina. "Posisi yang bersatu dari negara-negara Asia Tenggara sangat penting untuk perlawanan yang signifikan terhadap ekspansionisme Beijing," tegasnya dalam sebuah wawancara dengan Nikkei Asia.





Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Kalah di PN Jakpus, Penggugat PPP Subadri-Toni Dihukum Bayar Biaya Perkara

Senin, 03 Agustus 2026 | 22:10

Prabowo Terima Medali Kehormatan dari Angkatan Bersenjata Tailan

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:34

Buru Aset TPPU Febrie Adriansyah, Tim 9 Geledah Kantor Don Ritto hingga Rumah Nurman Herin

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:30

Prabowo dan PM Tailan Bidik Nilai Perdagangan Rp359 Triliun dalam Lima Tahun

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:20

Ini Enam Perkara yang Dihentikan KPK

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:10

Petingginya Diperiksa Kejati DKI, Peran AFPI Disorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:52

Indonesia-Tailan Sepakat Kembangkan TRM untuk Perangi Kejahatan Transnasional

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:49

Bawaslu Fokus Tingkatkan SDM Hadapi Tantangan Digital

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:38

Prabowo Kenang Masa Muda Bersama Raja Tailan Saat Sambut PM Anutin

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:30

Prabowo Dukung PPHN Jadi Pedoman Lintas Pemerintahan

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya