Berita

TB Ace Hasan Syadzily/RMOL

Politik

Soal Cawagub, Golkar Jabar Patuh Perintah Pusat

SENIN, 05 AGUSTUS 2024 | 16:20 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat (Jabar) akan mematuhi perintah DPP Partai Golkar mengenai kontestasi Pilkada di Tanah Pasundan. 

DPP Partai Golkar sendiri sudah mendukung Politikus Gerindra, Dedi Mulyadi, untuk Pilgub Jabar 2024. 

“Tentu itu sudah menjadi bagian dari kesepakatan. Karena itu, saya sebagai Ketua Golkar Jawa Barat tentu menerima apa pun perintah dari partai (DPP Partai Golkar),” kata Ketua DPD Partai Golkar Jabar, TB Ace Hasan Syadziliy, kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta,  Senin (5/8).


Atas dasar itu, kata Ace, pihaknya juga akan manut dengan keputusan DPP Partai Golkar mengenai bakal cawagub yang akan diusung untuk mendampingi Dedi Mulyadi pada Pilkada Jabar November mendatang. 

“Nanti partai yang akan menentukan. Nanti bersama Ketua Umum kita akan bahas,” kata Waketum Golkar ini. 

Ace memastikan dalam waktu yang tidak lama lagi pihaknya bersama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto akan segera membahas bakal cawagub yang diusung partai beringin untuk mendampingi Dedi Mulyadi. 

“Ya mudah-mudahan secepatnya,” tandasnya.

Sebelumnya, Partai Golkar dikabarkan mendukung Dedi Mulyadi untuk maju sebagai Calon Gubernur Jawa Barat 2024.

Kabar ini muncul setelah Dedi Mulyadi bertemu dengan politisi Golkar, Singgih Januratmoko, di Kota Bandung, Jumat malam (2/8). Singgih disebut datang dan diutus langsung oleh Airlangga Hartarto.


"Kita tadi sudah berdiskusi banyak, intinya kami mendukung Pak Dedi Mulyadi untuk menjadi calon Gubernur di Jawa Barat," ujar Singgih.

Sontak, dukungan ini pun disambut positif oleh Dedi Mulyadi yang kini berada di naungan Gerindra itu. Mantan Bupati Purwakarta ini berterima kasih kepada jajaran Golkar, terutama Ketum Airlangga atas pinangan tersebut.

Dalam pertemuan tersebut hadir beberapa elite Golkar, termasuk Wakil Ketua DPRD Fraksi Golkar Jabar, Ade Ginanjar.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya