Berita

Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 Anies Baswedan/Ist

Publika

Operasi Senyap Gagalkan Anies

OLEH: TONY ROSYID*
MINGGU, 04 AGUSTUS 2024 | 07:04 WIB

ANIES BASWEDAN harus gagal nyagub. Dianggap akan merusak konstelasi politik ke depan. Terutama Pilpres 2029. Karena itu, ada upaya sistemik yang terus dilakukan untuk gagalkan Anies nyagub. 

"Kalau Anies dapat tiket, dia menang. Sebab itu, harus dicegat dan digagalkan", begitu narasi yang infonya berasal dari mulut seorang suhu politik yang ditakuti banyak orang.

Maka, dilakukanlah "operasi senyap". Tujuannya? Anies tidak boleh dapat tiket untuk maju di Pilgub Jakarta.


Ada empat partai yang diprediksi bakal mengusung Anies di Pilgub Jakarta. Nasdem, PKB, PDIP dan PKS. Komunikasi telah dijalankan secara intens, ada titik temu, dan selangkah lagi deklarasi bersama. 

"Selangkah lagi", sebuah kata yang ringan dinarasikan, tapi tidak gampang untuk direalisasikan. Kenapa? Ada "operasi senyap" dilakukan oleh kekuatan dan uang besar yang berupaya gagalkan deklarasi itu. At all cost, Anies jangan sampai diusung di Pilgub Jakarta. Bahaya !

"Operasi senyap" itu menyasar partai-partai yang diprediksi kuat bakal mengusung Anies di Pilgub Jakarta. Nasdem misalnya, sudah mulai ada nama-nama kadernya yang jadi tersangka. 

Anda coba komunikasi dan cari info ke Nasdem. Tanya ke sejumlah kadernya di ring 2 dan ring 3. Gejolak apa yang sedang terjadi di sana. Dengan gejolak ini, apakah Surya Paloh, ketum Nasdem akan menyerah, lalu tinggalkan Anies? Permainan sedang berjalan, kita tunggu. Sabar! Publik juga ingin tahu sejauhmana nyali dan jiwa petarung seorang Surya Paloh.

Anda tahu PKB saat ini sedang digoyang? Sebenarnya sudah lama upaya goyang PKB. Hanya saja, saat ini sedang menuju klimaks. Bukan PKB-nya, tapi lebih tepat adalah ketua umumnya, yaitu Muhaimin Iskandar. 

Bagaimana Cak Imin, panggilan akrab Muhaimin Iskandar ini didepak dari PKB? Sekokoh apa kekuatan Cak Imin mampu mempertahankan kursi ketua umum PKB? Atau ia menyerah, lalu urung mengusung Anies? Padahal, DPW PKB-lah yang pertama kali deklarasi Anies.

Jazilul Fawaid, waketum PKB sedang mempertimbangkan wacana "KIM Plus" yang dilemparkan ke publik oleh Sufmi Dasco, ketua harian Gerindra. Apa ini artinya PKB lempar handuk putih?

Lalu, bagaimana dengan PDIP? Nampaknya partai asuhan Megawati ini berdiri tegak dengan kaki-kakinya yang kokoh. Pokoknya, emoh dukung calon yang ada hubungannya dengan Jokowi. 

Satu-satunya calon yang gak berbau Jokowi di Jakarta ya Anies. Maka, DPD PDIP Jakarta dari awal telah mengusulkan nama Anies untuk diusung di Pilgub Jakarta. 

Nah, PKS adalah partai yang secara resmi mengusung Anies Baswedan-Shohibul Iman. Disingkat "AMAN". Dua partai lain, yaitu PKB dan Nasdem kabarnya konfirmasi menerima paket AMAN ini. Rekomendasi PKS "sudah diterima" dua partai lainnya. Apakah berarti sudah betul-betul aman? Belum tentu juga.

PKS adalah partai yang tidak akan dibiarkan mengusung Anies. Meskipun sudah "secara resmi" di depan publik mendeklarasikan AMAN. 

Operasi senyap kabarnya tidak berhenti untuk terus menggoda dan membujuk PKS. Apa tawarannya? Anda sudah pasti tahu. Sudah banyak dibicarakan publik, dan bukan menjadi rahasia umum lagi. 

Anda berpikir operasi itu gagal, dan sudah berhenti. Benarkah? Anda perlu update. Karena politik itu dinamis, dan punya hukumnya sendiri.

Intinya, semua "operasi senyap" terus berjalan, dan semakin masif. "Jika ada air yang tenang, anda perlu curiga bahwa tempat itu sangat dalam". 

Dinamika politik di Jakarta beberapa pekan ini terlihat sangat tenang. Apa anda tidak peka dan punya kecurigaan? Satu hal bahwa informasi di belakang panggung tidak selalu sama dengan apa yang anda baca di media.

Penulis adalah Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa



Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Manifesto PRD 1996: Ketika Sekelompok Anak Muda Membuat Penguasa Susah Tidur

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:27

Kanada Minta Warganya Waspadai Wabah Cyclospora sebelum Bepergian ke AS

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:16

BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:10

Ganti Kapolri dan Jaksa Agung Diusulkan Barengan

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:06

Kemnaker Jamin 134 Pegawai PT Amos Terima Pesangon Rp12,7 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:03

Purbaya Ungkap Alasan RI Tawarkan Pajak 0 Persen Selama 50 Tahun di PFII

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:47

KPK Sita Toyota Alphard Diduga Hadiah Proyek Bupati Lalu Ahmad Zaini

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:30

Risiko Perang Terbuka AS-Iran Meningkat Gegara Rebutan Selat Hormuz

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:23

KPK Bantah Kabar Penangkapan Gatot Heroe Hernanda

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:17

Fahira Ungkap Lima Tantangan Anak Indonesia dan Solusinya

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:12

Selengkapnya