Berita

Mantan Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)/Istimewa

Politik

Ahok Bantah Sering Komunikasi dengan Anies

MINGGU, 04 AGUSTUS 2024 | 02:56 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pernyataan bakal calon Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, yang mengaku sering berkomunikasi via WhatsApp dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dibantah mantan Gubernur Jakarta itu. 

Ahok bahkan mengaku hanya pernah 3 kali bertemu Anies setelah dirinya bebas dari penjara pada Januari 2019.

"Aku gini ya, aku jujur aja ini, aku enggak etis tunjukin kalimat Wa-nya ya. Saya ketemu Pak Anies setelah saya keluar dari tahanan cuma tiga kali," ucap Ahok di Jakarta, Sabtu (3/8).


"Jadi saya juga yakin Pak Anies, tidak bermaksud mengatakan seolah-olah saya, kami diem-diem ketemu, saya kira Pak Anies enggak bermaksud di situ," imbuhnya.

Ahok memaparkan, tiga pertemuan dengan Anies itu terjadi saat pelantikan anggota DPRD DKI pada 2019. 

"Kedua, saya ketemu waktu itu saya lagi ke toilet, saya ada acara makan bareng, teman ada tamu. Pak Anies ketemu di toilet, (Anies) ketemu Pak Surya Paloh," terangnya. "Di Pondok Indah, hotel. Ya tanya basa basi gimana kabar, apa gimana anak gitu, ya sudah pergi itu juga buru." 

Pertemuan ketiga terjadi di salah satu acara pernikahan pada Juli lalu . Ahok mengatakan, saat itu Anies bertanya nomor telepon.

"Yang ketiga kali, saya ketemu nih Juli kemarin. Kawinan Ketua Apindo, Ibu Sinta, Pas saya pulang sama Dubes Maroko, ketemu Pak Anies, foto-foto. Terus yuk kita foto-foto. Oh, Pak Anies tanya, 'nomor teleponnya yang mana nih'. Terus saya kasih nomor ke Pak Anies, dia catat. Waktu saya pulang saya terima WA test Anies. Terus saya bilang, ya terima kasih pak," ujarnya.

Setelah obrolan itu, Ahok menyebut Anies tak pernah lagi mengirim pesan atau chat. 

"Sampai hari ini enggak ada WA," ungkapnya.

Sebelumnya, Anies Baswedan mengaku kerap berkomunikasi dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Mereka suka bertukar pesan melalui WhatsApp. Namun mereka tak pernah membahas soal politik, khususnya Pilkada 2024.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya