Berita

Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 Anies Baswedan/Ist

Publika

Anies Cagub Terbaik Atau Terkuat

OLEH: TONY ROSYID*
KAMIS, 01 AGUSTUS 2024 | 06:44 WIB

APAKAH Anies Baswedan itu calon gubernur Jakarta terbaik? Jawabanya pasti subjektif. Kalau anda pendukung Anies, anda akan jawab yes. Anda punya banyak data untuk menunjukkan itu. Argumentasi anda sangat meyakinkan. Setidaknya untuk mereka, para pendukung Anies.

Tapi, kalau anda pendukung lawan Anies, maka jawaban anda pasti no. Anda tidak akan bisa menerima apapun yang dikatakan orang tentang kehebatan Anies. Anda nggak akan mau lihat semua data terkait prestasi Anies. Namanya juga sudah nggak suka. 

Tapi, validasi akan pasti terjadi. Hanya soal waktu. Sebagaimana biasa kita bilang: "biarlah sejarah yang nanti akan bicara". Lagi-lagi, sejarah juga tidak selalu bisa netral.


Masing-masing, baik pendukung maupun lawan Anies punya data dan argumentasinya sendiri. Subjektif !

Tapi, apakah Anies calon gubernur Jakarta terkuat saat ini? Jawabannya ada di survei. Sudut pandangnya sama. Objektif dan tidak perlu diperdebatkan. Jika ada perdebatan, itu perdebatan politis. Bagian dari strategi kontestasi. Tapi, survei adalah data kekinian. Anda nggak bisa membantahnya.

Semua lembaga survei, tanpa terkecuali, merilis Anies sebagai calon gubernur Jakarta dengan elektabilitas tertinggi. Jauh melampaui nama-nama calon yang populer dan beken.

Litbang Kompas misalnya, merilis survei terakhir. Anies tertinggi, disusul Ahok, lalu Ridwan Kamil. Hanya saja, Litbang Kompas nggak merilis berapa angka elektabilitas Anies vs Ahok ketika head to head. Kenapa? Ya, anda bisa tanyakan ke Kompas. Mungkin hasilnya terlalu jomplang. Di sini, ada kesan kurang fair.

Elektabilitas Anies di Jakarta relatif stabil. Kenapa? Karena pemilih Anies itu die hard. Pendukung dan pemilih militan. Ini yang sangat diperhitungkan oleh bakal calon lawan Anies. Ini mungkin yang membuat Ridwan Kamil dan Kaesang Pangarep balik kanan.

DPP PKS dan Nasdem sudah deklarasi Anies for gubernur Jakarta. DPW PKB dan DPD PDIP Jakarta sudah menyatakan dukungan kepada Anies. Keduanya secara resmi menunggu surat dari DPP.

PAN mulai mempertimbangkan untuk ikut mengusung Anies di Pilgub Jakarta. Apa artinya? Lirikan PAN ke Anies bisa diartikan bahwa partai-partai di Koalisi Indonesia Maju (KIM) asuhan presiden Jokowi sudah mulai cair. 

Kabarnya, Prabowo Subianto akan bersikap netral terhadap Pilgub Jakarta. Dengan sikap netralnya Prabowo sebagai penguasa baru ini akan memberi ruang demokrasi yang lebih fair. 

Sikap netralnya Prabowo menjadi kabar gembira bagi rakyat Indonesia akan masa depan demokrasi yang hidup kembali. 

Dimulai di arena pemilu. Tidak sebagaimana pemilu-pemilu sebelumnya yang punya kesan menakutkan dan mengerikan, karena didominasi oleh berbagai pelanggaran dan ancaman. 

Anda yang tidak mengamati dengan fokus dan serius, tentu tidak setuju dengan pernyataan ini. Itu hak anda untuk setuju atau tidak setuju. 

Diharapkan dinamika dan tragedi pemilu segera menjadi masa lalu seiring dengan bergantinya presiden. Meski begitu, peristiwa di dua pemilu terakhir tidak akan pernah lepas dari catatan sejarah. 

Demokrasi mesti memberi ruang yang lebih luas kepada setiap anak bangsa untuk ikut berkontestasi secara bebas. Tanpa intervensi dan intimidasi kekuasaan. 

Biarlah secara natural lahir para tokoh yang diminati oleh rakyat. Mereka menjadi kuat bukan karena dukungan kekuasaan, tapi karena dukungan rakyat. Anies adalah salah satu tokoh yang kuat karena dukungan rakyat.

Diharapkan ke depan akan ada Anies-Anies baru yang lahir dari dukungan rakyat, bukan dari intervensi kekuasaan. 

Mereka yang lahir dari dukungan rakyat umumya adalah karena faktor prestasi. Kalau para pemimpin terpilih itu adalah mereka yang berprestasi, tidakkah ini akan memberi optimisme untuk masa depan bangsa.

*Penulis adalah Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa



Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

AXA Mandiri Financial Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:59

Menteri Pigai Keliling SPBU: Hari Ini Distribusi BBM Bali Aman!

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:35

AS Ultimatum Iran: Patuhi Kesepakatan Nuklir atau Hancur

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:26

Bareskrim dan BNN Obok-Obok Kelab Malam, Sembilan Orang Positif Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:17

Wali Kota Prancis Dipukuli Warga Israel di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:45

Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:42

Kabut Asap Picu Lonjakan Penjualan Tabung Oksigen dan Air Purifier di Asia Tenggara

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:04

Perlu Sistem Pencegahan Karhutla agar Warga Tak Terus Jadi Korban

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:51

Syarikat Islam Didorong Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Umat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:26

KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:11

Selengkapnya