Berita

Ilustrasi/Net

Presisi

Tetangga Aniaya Bocah Gara-gara Rebutan Layangan

KAMIS, 01 AGUSTUS 2024 | 05:20 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Seorang bocah berinisial RH (9) mengalami luka dan trauma diduga akibat pemukulan oleh tetangganya berinisial DA di Jalan Rambutan Dalam, Lorong Terusan II, Kelurahan 30 Ilir, Palembang. 

Ibu korban, Dina Maryani (40), melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang pada Rabu (31/7).

Dina mengungkapkan peristiwa pemukulan terjadi pada Selasa (30/7). Kejadian berawal dari rebutan layang-layang yang putus antara RH dan anak DA. 


Layang-layang tersebut akhirnya diperoleh oleh RH, namun anak DA meminta layang-layang itu dan tidak diberikan.

Anak DA kemudian melaporkan hal tersebut kepada orangtuanya, yang kemudian mendatangi RH di lokasi kejadian dan melakukan penganiayaan. 

“Mendengar laporan dari anaknya, terlapor datang dan langsung melakukan penganiayaan terhadap anak saya,” kata Dina dikutip dari Kantor Berita RMOLSumsel.

Akibat penganiayaan tersebut, RH mengalami luka robek di hidung dan lebam pada bagian kepala. 

Kepala SPKT Polrestabes Palembang, Kompol Padli, mengonfirmasi bahwa laporan telah diterima dan pelaku terancam pasal 80 UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya