Berita

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi dan Wakil Perdana Menteri Selandia Baru, Winston Peters dalam pertemuan bilateral di Auckland pada Selasa, 30 Juli 2024/Kemlu RI

Dunia

Menlu RI: Selandia Baru Mitra Penting Indonesia di Indo Pasifik

SELASA, 30 JULI 2024 | 20:33 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Setelah menghadiri pertemuan ASEAN di Laos, Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi melanjutkan perjalanannya ke Auckland, Selandia Baru pada Selasa (30/7).

Di sana, Menlu Retno melangsungkan pertemuan bilateral dengan Wakil Perdana Menteri Selandia Baru, Winston Peters dalam format the Joint Ministerial Commission (JMC).

Dalam sambutannya, Menlu menjelaskan bahwa hubungan bilateral Indonesia-Selandia Baru telah memasuki usia ke-66 tahun. Sementara kemitraan Komprehensif kedua negara telah memasuki setengah dekade.


Selain memiliki hubungan bilateral yang baik, kata Menlu, Selandia Baru juga merupakan mitra yang penting bagi Indonesia di kawasan Indo Pasifik.  

"Selandia Baru adalah salah satu mitra penting Indonesia di Pasifik, bukan hanya dalam konteks bilateral namun juga dalam konteks kawasan terutama kerja sama Indonesia dengan negara-negara Pasifik," kata dia.

Retno menekankan bahwa perdamaian Indo Pasifik hanya bisa dicapai melalui kerjasama banyak pihak.

"Indo-Pasifik yang damai tidak dapat dicapai sendirian oleh satu negara, namun memerlukan kerja sama dan kolaborasi dari banyak negara," tegasnya.

Menlu mengungkap kesiapan Indonesia untuk terus memperkuat kerja sama dengan Selandia Baru dalam konteks pemajuan kerja sama ekonomi dan pembangunan di Pasifik.

Dalam kesempatan itu, Dia juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Selandia Baru pada pencalonan Indonesia di Dewan HAM tahun lalu. Saat itu, Indonesia berhasil memperoleh dukungan 186 dari total 193 negara anggota PBB.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya