Berita

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Umi Fadillah Astutik/RMOLLampung

Presisi

Pemberdayaan Wanita Kunci Utama Pencegahan KDRT

SENIN, 22 JULI 2024 | 06:14 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tidak bisa dipandang sepele. Butuh perhatian dan penanganan serius agar KDRT bisa dicegah dengan maksimal.

Demikian disampaikan Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Umi Fadillah Astutik, saat menjadi narasumber Seminar Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Wanita Islam Provinsi Lampung.

Acara ini berlangsung di Ruang Abung, Balai Keratun, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Sabtu (20/7).


“Kekerasan dalam rumah tangga adalah masalah serius yang harus kita atasi bersama. Penting bagi kita semua untuk memahami tanda-tanda KDRT dan langkah-langkah yang bisa diambil untuk mencegahnya,” ujar Kombes Umi Fadillah Astutik, diwartakan RMOLLampung, Minggu (21/7).

Lebih lanjut, Kombes Umi menegaskan bahwa peran wanita dalam keluarga sangat vital dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis. 

"Wanita memiliki peran kunci dalam menjaga keharmonisan keluarga. edukasi dan pemberdayaan wanita menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan KDRT,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dukungan dari seluruh anggota keluarga sangat penting dalam pencegahan KDRT. 

“Setiap anggota keluarga harus memiliki kesadaran dan empati untuk menciptakan rumah yang bebas dari kekerasan. Kita harus saling mendukung dan melindungi satu sama lain,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Polda Lampung berharap dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam upaya pencegahan dan penanggulangan KDRT. 

“Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan. Mulailah dari keluarga kita sendiri," pungkasnya.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya