Berita

Annisa Pohan bersama Srikandi Partai Demokrat/Ist

Politik

Annisa Pohan: Perempuan Harus Miliki Tempat Terhormat di Politik

JUMAT, 19 JULI 2024 | 15:29 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Dalam dunia demokrasi, perempuan harus punya tempat terhormat di ranah politik. Karena itu, bagi Partai Demokrat, keterwakilan perempuan merupakan keharusan.  

“Ini cermin dari komitmen partai untuk memastikan bahwa setiap suara, termasuk suara perempuan, harus dihargai dan didengar,” kata Ketua Umum Srikandi Demokrat, Annisa Pohan Yudhoyono, di Jakarta, Jumat (19/7).

Demokrasi sejati, kata Annisa, memerlukan partisipasi penuh dan inklusif dari seluruh masyarakat, termasuk memastikan perempuan memiliki tempat terhormat dalam politik. “Dengan memastikan keterwakilan perempuan, partai politik membantu mengurangi ketidakadilan struktural dan diskriminasi yang telah lama menghambat kemajuan perempuan,” katanya.


Annisa juga menambahkan, kaum perempuan harus memahami secara filosofis tentang konsep keterwakilan, number counts, dan politics of presence.

“Dalam konteks berdemokrasi, konsep keterwakilan adalah esensi dari pemerintahan yang sejati. Di mana semua suara, termasuk perempuan, harus didengar dan diwakili. Sementara “number counts” mengacu pada pentingnya jumlah perempuan yang cukup dalam struktur politik, guna memastikan bahwa isu-isu yang relevan terkait dengan hak dan kewajiban kaum perempuan, bisa lebih diperhatikan dan ditangani serius,” papar Annisa.

“Selanjutnya politik perempuan menekankan “politics of presence”, yakni kehadiran perempuan dalam politik bukan hanya soal angka, tetapi juga bagaimana peran perempuan bisa menghadirkan perspektif yang lebih unik guna mempengaruhi keputusan dan kebijakan publik,” lanjutnya.

Dia juga menegaskan, perempuan perlu terjun ke politik karena mereka membawa perspektif dan pengalaman berbeda, yang sangat penting dalam pengambilan keputusan yang inklusif dan representatif.

“Ketika perempuan terlibat dalam politik, mereka dapat memperjuangkan hak-hak mereka, memastikan bahwa isu-isu yang berdampak pada perempuan dan keluarga bisa segera diangkat, dan berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang lebih adil dan setara,” tegas Annisa.

“Namun kita tidak dapat mengabaikan fakta bahwa perempuan sering tertinggal dalam politik, disebabkan berbagai faktor, termasuk kuatnya tradisi patrilineal, kuatnya stereotype gender, kurangnya akses perempuan ke sumber daya politik dan ekonomi, serta hambatan struktural dalam sistem politik elektoral suatu negara. Pendidikan dan kesadaran yang rendah tentang pentingnya partisipasi politik perempuan juga menjadi hambatan signifikan,” imbuh Annisa.

Dia juga mengingatkan semua pihak untuk terus membuka kesadaran masyarakat, utamanya kaum perempuan, untuk take a dide dan take a seat.

“Artinya, perempuan harus berani mengambil posisi dan mengambil bagian dalam pengambilan keputusan politik. Perempuan tidak hanya harus hadir dalam politik, tetapi juga harus aktif berpartisipasi dan membuat suara mereka didengar. Dengan mengambil sikap dan posisi dalam berpolitik, perempuan dapat memastikan bahwa mereka memiliki peran signifikan dalam membentuk kebijakan publik dalam suatu negara,” katanya.

“Itulah mengapa sejumlah penelitian menunjukkan bahwa negara-negara dengan tingkat keterwakilan perempuan yang tinggi di dalam pemerintahan, cenderung memiliki kebijakan lebih progresif dan inklusif dalam hal pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial dan sektor layanan publik lainnya. Di mana keterlibatan perempuan terbukti dapat meningkatkan kualitas kebijakan publik dan mengarah pada pembangunan yang lebih adil dan berkelanjutan,” sambungnya.

Lebih jauh Annisa berharap bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik, di mana perempuan dan laki-laki berdiri sejajar, bekerja sama untuk kesejahteraan bangsa.

“Saya mengajak semua kader Perempuan Demokrat untuk terus bersemangat, berjuang, dan berkontribusi dalam pemenangan Pilkada di daerah masing-masing, serta mempersiapkan kader-kader perempuan terbaik untuk pemilihan kepala daerah mendatang,” tutup Annisa.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya