Berita

Seafarming di Kepulauan Seribu/Ist

Bisnis

Budidaya di Seafarming Wujudkan Lumbung Pangan Berbasis Laut

JUMAT, 19 JULI 2024 | 05:30 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Polemik pemanfaatan ruang budidaya yang terjadi saat ini di kawasan pesisir tampaknya masih buntu. Usaha budidaya dengan menyiapkan lahan baru di pesisir menemui beberapa hambatan seperti konflik alokasi ruang, teknik, serta tanggung jawab berbudidaya. 
 
Terkait pemanfaatan ruang bisa dilihat dari sengkarut antara lahan yang berizin dengan tidak berizin, atau lahan hutan dengan bukan hutan, serta kawasan lindung dengan bukan kawasan lindung.  

Menurut Kepala Pusat Kajian Sumber Daya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University, Prof. Yonvitner, teknik budidaya sering kali dikuasai adalah model budidaya linear, bukan budidaya yang berketahanan (resilience).  


“Ketika awal pembukaan lahan, budidaya terlihat agresif dan maju, namun kemudian ketika muncul persoalan seperti penyakit, virus, tambak di pesisir mulai ditinggalkan,” kata Yonvitner dalam keterangannya, Kamis (18/7).  

Lajut dia, paling baik proses budidaya digeser ke arah diversifikasi jenis budidaya dengan mengganti jenis dari udang menjadi ikan. Dalam konteks tanggung jawab, budidaya adalah komitmen menjaga dan melindungi kawasan secara konsisten.  

“Jika dulu kelayakan budidaya lebih dilihat dari teknis, namun kini harus dipastikan secara kualitas yang mendukung. Banyak pelaku budidaya yang tidak berintegritas menyebabkan lahan tambak terbengkalai. Akibatnya sering dijadikan daling untuk mengkonversi ruang dari budidaya menjadi perumahan atau area reklamasi baru,” bebernya. 
 
Memperhatikan tiga hal di atas, pihaknya mendorong agar ada kesinambungan berusaha. 

“Maka kegiatan budidaya laut harus didorong lebih maju lagi saat ini baik untuk udang, lobster dan ikan. Seiring dengan itu, guna memperkuat upaya pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan berbasis laut dan kelautan atau yang dikenal sebagai blue food, basis budidaya laut harus diutamakan,” imbuh dia.
 
Salah satu alasan inilah yang dijadikan dasar oleh IPB untuk membangun seafarming. Sejak awal dalam seafarming sudah diusahakan budidaya ikan kerapu, lobster dan udang vaname. 

Dia menjelaskan, saat ini kegiatan seafarming yang dikembangkan di Kepulauan Seribu (Laut Jawa) bisa dijadikan solusi untuk  pengembangan budidaya laut termasuk lobster, udang dan kerapu.  

“Selain dapat dikembangkan dengang berbasis masyakat, budidaya di sana juga terkendali dengan baik. Melalui budidaya seafarming yang terintegrasi antara proses produksi dan riset, maka seharusnya solusi pengembang lobster, udang dan kerapu dalam negeri bisa tumbuh, dan tidak selalu mendorong ekspor benih seperti saat ini,” ungkapnya.
 
Senada dengan itu, ketua Dewan Guru Besar IPB  Prof.Dr. Evi Damayanti, juga meyakini situasi ini dapat dikembangkan lebih besar lagi, ketika menghadiri panen udang vaname di Kepulauan Seribu.  

Prof Evi menyampaikan bahwa panen yang dilakukan adalah dedikasikan IPB untuk Indonesia yang telah dirintis sejak awal oleh PKSPL.
 
Kemudian ditegaskan juga bahwa upaya yang sudah dilakukan PKSPL IPB ini harus mendapat dukungan pemerintah untuk meningkatkan resilience usaha budidaya perikanan.  

“Selain sistem usaha budidaya yang ramah lingkungan, ongkos produksi bisa dipangkas karena sistem oksigenasi yang berbasiskan sirkulasi air serta menghasilkan produk yang berkualitas. Selain itu budidaya udang di laut juga menjadi alternatif terobosan untuk tidak lagi membuka lahan pasir atau mangrove serta memperkuat konservasi. Upaya ini juga akan menjadi Solusi pengendalian perusakan ekosistem mangrove di pesisir,” jelas Prof Evi.
 
Seafarming menjadi terobosan baru bagi budidaya Indonesia yang lebih ramah lingkungan dan sustainable. Sehingga seafarming bisa menjadi etalase baru perikanan Indonesia untuk merebut persaingan dunia," demikian Prof Yonvitner.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya