Berita

Direktur ARCI, Baihaki Sirajt/RMOLJatim

Politik

Simulasi Pilkada Surabaya 2024, ELektabilitas Eri-Bayu 64,7 Persen

KAMIS, 18 JULI 2024 | 14:19 WIB | LAPORAN: ACHMAD RIZAL

Elektabilitas petahana Kota Surabaya, Eri Cahyadi, hingga kini masih memimpin. Hasil survei Accurate Research And Consulting Indonesia (ARCI) terbaru, Eri masih teratas di semua simulasi.

ARCI memang merilis beberapa simulasi Cawali-Cawawali untuk Pilkada Surabaya 2024.

"Hasilnya, Eri Cahyadi menang dalam semua simulasi, mau duet dengan Armuji, dengan Bayu Airlangga, atau dengan Hendy Setiono," kata Direktur ARCI, Baihaki Sirajt, di Surabaya, dikutip dari Kantor Berita RMOLJatim, (18/7).


Dalam simulasi ARCI, ada duet Eri Cahyadi-Armuji melawan Kaesang Pangarep-Hendy Setiono. Pemilih Eri-Armuji mencapai 47,2 persen, sementara yang memilih Kaesang-Hendy 20,5 persen, sedang responden yang belum menjawab 32,3 persen.

Selanjutnya simulasi duet Eri Cahyadi-Armuji melawan Kaesang-Bayu Airlangga. Eri-Armuji di angka 45,7 persen, sementara Kaesang-Bayu di angka 27,8 persen. Yang belum menjawab 26,5 persen.

Ada juga Eri Cahyadi-Bayu Airlangga, kali ini mendapat 64,7 persen, melawan Armuji-Fuad Benardi di angka 21,8 persen. Sebanyak 13,5 persen responden belum menentukan.

Pada simulasi Eri Cahyadi-Armuji melawan Bayu Airlangga-Hendy Setiono, Eri-Armuji meraup 45,3 persen, sementara Bayu-Hendy 31,8 persen. Sedang 22,9 persen responden belum menentukan pilihan.

Simulasi Eri Cahyadi-Hendy Setiono memperoleh 43,4 ersen melawan Bayu Airlangga-Hadi Dediansyah (kader Gerindra) di angka 30,2 persen. Sebanyak 26,4 persen responden belum menentukan pilihan.

Untuk simulasi Eri Cahyadi-Armuji melawan Bayu Airlangga-Hadi Dediansyah. Eri-Armuji di angka 45,5 persen, sementara Bayu-Hadi 30,1 persen, dan 24,4 persen responden belum menentukan pilihan.

Terakhir ada simulasi Eri Cahyadi-Armuji melawan Bayu Airlangga-Hendro Gunawan. Eri-Armuji perkasa di angka 45,4 persensementara Bayu-Hendro di angka 27,8 persen. Sebanyak 26,8 persen responden belum menentukan pilihan.

"Dari semua simulasi itu, duet paling berpotensi menang adalah Eri-Bayu. Artinya Eri bergabung di KIM melawan koalisi PDIP yang dimotori Armuji. Tetapi jika Eri bersama Armuji, angkanya masih belum bisa dikejar pasangan lain," jelas Baihaki.

"Meski begitu, elektabilitas Eri-Armuji ketika berpasangan juga belum aman, karena belum mencapai 50 persen," tandasnya.

Survei ARCI dilakukan pada 1-12 Juli 2024 dengan metode stratified multistage random sampling. Survei ini dilakukan di 31 kecamatan di seluruh Kota Surabaya. Total ada 1.000 responden, dengan tingkat margin of error di angka 3,5 persen dan tingkat kepercayaan di angka 95%.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya