Berita

Salah satu pendukung Trump dari Arizona Joe Neglia menggunakan kertas untuk menutupi telinga kanannya/Net

Dunia

PEMILU AMERIKA SERIKAT

Pendukung Trump Ramai-Ramai Pakai Perban di Telinga, Ada Apa?

KAMIS, 18 JULI 2024 | 13:03 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Penampilan Donald Trump dengan perban di telinganya selama acara Konvensi Nasional Partai Republik (RNC) Amerika Serikat menarik banyak perhatian.

Bahkan, perban di telinga kanan menjadi tren fesyen baru di kalangan pendukung Trump yang hadir dalam konvensi tersebut.

Awalnya Trump datang ke pembukaan RNC pada Senin (15/7) dengan telinga kanan yang dibalut perban setelah sehari sebelumnya mengalami luka tembak di acara kampanyenya di Pennsylvania hari Sabtu (13/7).


Kedatangannya diiringi lagu God Bless The USA dan langsung disambut teriakan dukungan dari para penonton RNC.

Trump kemudian berjalan ke arena dan mengambil posisi berdiri di samping calon Wakil Presiden J.D. Vance dan Florida Byron Donalds.

Dua putra Trump yang sudah dewasa, Eric Trump dan Donald Trump Jr., duduk di belakangnya, dan Ketua DPR AS Mike Johnson, duduk di sebelah Vance.

Mengutip AFP pada Kamis (18/7), sejak malam kedua konvensi di Milwaukee, para pendukung Trump mengenakan aksesoris yang mirip perban di telinga kanan mereka.

Ada yang menggunakan perban darurat, kertas yang dilipat dan selotip. Ini dilakukan semata untuk menunjukkan solidaritas mereka kepada Trump yang baru saja menjadi target pembunuhan.

Delegasi Arizona Joe Neglia, dengan kertas putih terlipat ditempel di telinganya, mengatakan News bahwa itu adalah tren fesyen terkini.

"Saya sedang mewujudkannya. Semua orang di dunia akan segera mengenakan salah satu dari ini. Ini adalah hal terbaru. Ini sedang tren," ujarnya.

Ribuan delegasi, politisi, dan pendukung setia Partai Republik berkumpul di Milwaukee untuk menghadiri RNC.

Acara itu berlangsung selama empat hari mulai dari tanggal 15-18 Juli 2024. Pada hari terakhir, Trump akan secara resmi menerima nominasi partai tersebut dan menyampaikan pidato.

Setelahnya dia akan menghadapi Presiden Demokrat Joe Biden dalam pemilu tanggal 5 November.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya