Berita

Asisten Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan, Doni Ismanto (pegang mikrofon)/RMOL

Hukum

Ramai Berita Ekspor BBL Berkedok Budidaya, Asisten Menteri KKP: Tendensius!

KAMIS, 18 JULI 2024 | 12:59 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Asisten Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan, Doni Ismanto membantah adanya dugaan ekspor berkedok budidaya Benih Bening Lobster (BBL).

Menurutnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen untuk memberantas penyelundupan BBL.

Hal itu disampaikan langsung Doni Ismanto dalam kegiatan konferensi pers updated perkembangan kasus penyelundupan BBL Media Center KKP di Gedung Mina Bahari IV lantai GF, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis siang (18/7).


"Bagaimana bisa dikatakan dugaan ekspor berkedok budidaya? Loh, kalau dia berkedok budidaya, dia budidaya kok. Yang bisa ekspor itu, dan dalam hal ini yang bisa mengeluarkan ke luar negeri itu adalah yang melakukan budidaya di Indonesia," kata Doni kepada wartawan.

Doni menjelaskan, dalam Peraturan Menteri (Permen) KP Nomor 7/2024 tentang Pengelolaan Lobster, Kepiting, dan Rajungan, pihak-pihak yang bisa melakukan budidaya hanya perusahaan yang berkomitmen melakukan budidaya.

"Kalau dia tidak ada komitmen budidaya, ya nggak bisa. Dan terus di mana berkedok? Orang milih investasi kok di Indonesia. Nilai yang dia keluarkan itu tadi bisa dilihat, nilai investasinya Rp30 miliar di Indonesia," terang Doni.

Bahkan, Doni menyebutkan bahwa lokasi pengembangan budidaya lobster di Indonesia sebagai kerja sama G to G Indonesia dan Vietnam berasa di Jembrana, Bali yang masih dalam fase tebar benih.

Menurut Doni, pemerintah sedang mengembangkan pembudidayaan lobster di dalam negeri. Termasuk melalui kerja sama dengan para pihak yang memiliki teknologi yang lebih canggih dalam pembudidayaan lobster, transfer teknologi yang pada akhirnya memberikan manfaat secara ekonomi bagi pembudidaya.

"Yang dia lakukan itu kan, yang di Indonesia itu sekarang fase tebar benih, dia di sana mungkin ingin melihat secara teknologi mana yang kurang, ini kan sebenarnya yang dilakukan adalah transport teknologi. Air di kita apa sama-sama yang di Vietnam, jadi seperti itu. Jadi dikatakan ini dugaan berkedok itu tendensius sekali menurut saya," tegas Doni.

Selain itu, kata Doni, Permen KP 7/2024 dibutuhkan dengan didampingi oleh aparat penegak hukum, dalam hal ini Kejaksaan Agung.

"Jadi bagaimana kalau aturan yang sudah didampingi oleh aparat penegak hukum seperti ini, terus kita dituduh seperti itu. Jadi, saya harap sih kita dalam 1 persepsi, baca dulu aturannya, baru kita mengeluarkan sebuah statement yang tidak menjadi menyesatkan publik," tutur Doni.

Doni menerangkan bahwa pihaknya saat ini terus membangun ekosistem. Untuk itu, ketika aturannya sudah ada, tidak mungkin semua penyelundupan bisa hilang begitu saja.

"Saya balik deh, judi online kita sudah bilang perang, memang ada perlawanan juga dari yang judi online. Jadi kita ini melawan kejahatan yang kita juga sedang meraba. Kita menangkapnya, kita sambil berperang gitu," pungkas Doni.

Sebelumnya, Ketua Geomaritim Partai Negoro, Rusdianto Samawa resmi melaporkan Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono ke KPK pada Jumat (12/7).

"Saya selaku Ketua Geomaritim Partai Negoro menyampaikan ke KPK ya, dan meminta ke KPK untuk menelisik, menyelidiki, sekaligus bila perlu Sprindik segera dikeluarkan," kata Rusdianto kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jumat sore (12/7).

Rusdianto mengatakan, terdapat dugaan modus ekspor BBL berkedok budidaya. Kecurigaan itu muncul atas adanya Peraturan Menteri (Permen) KP 7/2024.






Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya