Berita

Dugaan pelecehan seksual yang menimpa Wanita pengguna KAI Commuter/Ist

Presisi

Wanita Muda Jadi Korban Pelecehan di KAI Commuter, Ini Kronologinya

KAMIS, 18 JULI 2024 | 12:45 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Seorang wanita muda pengguna KAI Commuter berinisial QMS menjadi korban dugaan tindakan pelecehan seksual di relasi Jakarta-Bogor pada Selasa (16/7) sekitar jam 20.15 WIB. 

Korban saat itu naik KAI Commuter dari Stasiun Duren Kalibata menuju Jakarta Kota. 

"Saya duduk sendiri bermain handphone dan memasang earphone, saya tidak memperhatikan sekeliling," kata QMS dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Kamis (18/7). 



Ternyata saat kereta melaju dari Stasiun Manggarai menuju ke Cikini, seorang petugas KAI yang sudah selesai bertugas dan memakai jaket memberitahu korban bahwa ada seorang pria lansia sedang memvideokan dirinya.

"Si bapak mengelak bahwa ada video saya di ponselnya. Saya mencoba untuk bertanya, 'Coba saya lihat galeri bapak, apa benar bapak videokan saya?' Bapak itu langsung gemetar," kata korban yang merupakan jurnalis magang di website konteks.co.id. 

Setelah dicek, ternyata benar ada video korban. Parahnya lagi, ada 7 video korban dengan rentang durasi 3-7 menit. 

"Setelah mendapatkan bukti, beberapa petugas KAI dan sekuriti membantu mengamankan saya dan pelaku di Stasiun Jakarta Kota," kata korban. 

Saat diperiksa di kantor sekuriti dan mengecek handphonenya,  ternyata pria lansia itu juga menyimpan lebih dari 300 video porno. 

"Hal yang membuat saya gemetar dan takut, untuk apa bapak ini memvideokan saya?" kata Korban.

Korban dan pihak keluarga dibantu sekuriti Stasiun Jakarta Kota lalu mendatangi Polsek Tebet. Sebab lokasi penangkapan pelaku beradi di sekitar Stasiun Manggarai. 

"Saat dimintai keterangan, saya hanya sendirian, tidak diperkenankan mendapat pendampingan dari keluarga. Di sinilah saya merasa aneh. Sebagai seorang korban yang masih dalam rasa trauma dan ketakutan, harus berhadapan dengan birokrasi pelaporan yang belibet," kata korban. 

Sayangnya laporan korban di Polsek Tebet terkesan ditolak dengan berbagai alasan. 

"Mbaknya divideoin karena cantik lagi. Mungkin bapaknya fetish, terinspirasi dari video Jepang. Bapaknya ngefans sm mbaknya, mbak idol," kata korban menirukan perkataan oknum anggota. 

Akhirnya korban ke Polres Metro Jakarta Selatan atas saran petugas dari Polsek Tebet. 

"Saya ke Polres Jakarta Selatan karena memang kasus ini katanya belum ke transmisi atau belum disebarluaskan. Jadi Polsek Tebet belum bisa menerima laporan untuk diproses," kata korban.

"Lagi dan lagi, saya bersama keluarga dan pelaku yang masih didampingi oleh pihak KAI berpindah ke Polres Jakarta Selatan ke unit PPA (Unit Pelayanan Perempuan dan Anak). Saat itu udah lewat jam 00.01 WIB," sambungnya.

Namun korban pesimis laporannya ditindaklanjuti oleh pihak berwenang. 

Menanggapi hal ini, Kapolsek Tebet Kompol Murodih menyebut alasan pihaknya menyarankan korban untuk membuat laporan di Polres Jakarta Selatan. 

"Bukan ditolak, tapi diarahkan ke Polres karena disana ada PPA (Unit Pelayanan Perempuan dan Anak)," kata Murodih.



Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Dua Kali Belanja dalam Sepekan, Komisaris AMMN Tambah 4,62 Juta Saham

Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:23

Di KUII VIII, MUI Dorong Gagasan Danantara Syariah Indonesia

Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:00

Wall Street Variatif, S&P 500 Nyaris Tak Bergerak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:38

Bursa Eropa: DAX dan STOXX 600 Menguat di Akhir Pekan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:20

Walkot Jakpus Melarang Laporan Warga Berhenti di Meja Birokrasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:07

Respon Kadin Soal PMI Manufaktur: Genjot Perdagangan dan Investasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:03

Putusan MK soal Kuota Hangus Terobosan Menuju Keadilan Digital

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:51

Febrie Ditahan Tanpa Borgol dan Rompi Pink

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:42

Untung Hakim Masih Ada

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:25

Program Wakaf 99 Masjid Asmaul Husna Dimulai di Aceh

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:19

Selengkapnya