Berita

Personel Kopaska TNI AL melakukan free fall di langit Hawaii, Amerika Serikat (AS)/Ist

Pertahanan

Latma Rimpac 2024

Kopaska Tampil Memukau Berlatih Free Fall di Langit Hawaii

KAMIS, 18 JULI 2024 | 04:40 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Memasuki Minggu ketiga setelah dibukanya Latma Multilateral Rim Of Pacific (Rimpac) 2024, Pasukan Khusus TNI AL dalam hal ini Komando Pasukan Katak (Kopaska) berlatih Free Fall dengan US Navy SEAL, Korea, Japan, India dan Peru Special Force di langit Hawaii, Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu.

Dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (17/7), latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bertempur prajurit TNI AL pada saat melaksanakan infiltrasi melalui udara sehingga dapat menunjang perencanaan dan pelaksanaan operasi tempur darat.

Latihan bersama ini bukan hal baru bagi personel Kopaska, US Navy SEAL, dan berbagai negara lainnya, karena TNI AL selalu mengirimkan tim pasukan khusus untuk latihan Operasi Peperangan Laut pada Latma Rimpac dari tahun ke tahun.


Selain free fall, Kopaska juga melaksanakan latihan Visit Board Search and Seizure (VBSS) yakni pencarian, penyergapan dan pembebasan kapal yang dibajak, Fasterope yakni latihan untuk menurunkan pasukan dari helikopter menuju daratan menggunakan tali, pertempuran kota, infiltrasi pantai (Over The Beach), menembak sniper, laras panjang, dan pistol serta berbagai serial latihan lainnya yang dapat menunjang kemampuan tempur pasukan khusus berbagai negara tersebut.

Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan implementasi dari program prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang menekankan bahwa setiap Prajurit Jalasena Samudera harus selalu berlatih agar sigap dalam menghadapi segala ancaman yang menghadang.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Purbaya Siapkan Sanksi bagi Importir Buntut Kontainer Menumpuk

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:21

Kebakaran Rumah di Palmerah, 17 Unit dan 85 Personel Damkar Dikerahkan

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:05

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Widiyanti Putri Wardhana dan Nusron Wahid Layak Direshuffle

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:38

Kompetisi Ketapel Antar ASN

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:19

Buzzer Jokowi Jangan Dulu Pesta, P21 Bukan Vonis Pengadilan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:00

Investor Asing Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Dana Proyek Marina Bay City ke Polda Bali

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:48

Kritik Rocky Gerung, Gumarang: Menteri Keuangan Bukan Sekadar Kasir

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:27

State-Driven Economy untuk Hentikan Ketimpangan dan Ketergantungan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:57

Puluhan Miliar Dana Investasi Dipersoalkan, Siapa Bertanggung Jawab di Marina Bay City?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:33

Selengkapnya