Berita

Minuman yang tertinggal di kamar penemuan enam mayat di hotel mewah Thailand pada Selasa malam, 16 Juli 2024/Net

Dunia

Enam Warga Asing Tewas Keracunan Sianida di Hotel Thailand

RABU, 17 JULI 2024 | 14:22 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Penyebab kematian enam warga asing yang mayatnya ditemukan di sebuah kamar hotel mewah di Bangkok, Thailand kemungkinan besar karena keracunan sianida.

Mengutip laporan Reuters pada Rabu (17/7), bahan kimia yang bereaksi cepat dan mematikan itu ditemukan pada gelas minum dan teko di kamar hotel mewah Grand Hyatt Erawan.

Keenam korban adalah etnis Vietnam, dua di antaranya berkewarganegaraan Amerika Serikat, dan ditemukan tewas pada Selasa malam (16/7).


Diduga, pelaku yang memasukkan sianida ke dalam minuman ikut meninggal dunia bersama para korban.

“Kami menemukan sianida di dalam cangkir teh. Ada enam cangkir dan di dalamnya kami menemukan sianida,” ungkap Komandan kantor bukti polisi Thailand, Trirong Phiwpan.

Menurut penuturan Phiwpan, dugaan keracunan sianida bisa dibuktikan setelah hasil otopsi keluar besok.

Karena ada warganya yang ikut menjadi korban, Biro Investigasi Federal AS telah membantu polisi dalam penyelidikan tersebut.

Departemen Luar Negeri AS juga mengatakan pihaknya memantau situasi dan pemerintah setempat yang bertanggung jawab atas penyelidikan tersebut.

Pemerintah Vietnam mengatakan kedutaan besarnya di Bangkok berkoordinasi erat dengan pihak berwenang Thailand mengenai kasus ini.

Grand Hyatt Erawan, yang dioperasikan oleh Erawan Group memiliki lebih dari 350 kamar dan terletak di kawasan wisata populer yang terkenal dengan perbelanjaan dan restoran mewah.

Berita mengenai kematian tersebut disinyalir dapat mengganggu sektor pariwisata penting Thailand. Negara itu memperkirakan kedatangan wisatawan asing sebanyak 35 juta orang pada tahun ini, naik dari 28 juta orang pada tahun lalu.

Perdana Menteri Srettha Thavisin mendesak penyelidikan cepat terhadap masalah ini untuk membatasi dampaknya terhadap sektor pariwisata Thailand.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Seriuskah Kemdiktisaintek Menjaga Mutu Pendidikan Tinggi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:22

Anggota Dewan Etik Golkar Diduga Terlibat Dugaan Penipuan Miliaran

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:11

Membangun Kemandirian Energi Desa Melalui Penguatan Kapasitas Local Hero

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:05

Pertamina Perkuat Kemitraan Strategis Lewat SRM Summit 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31

Kerja Sama KSPSI-UT Perluas Kesempatan Pekerja Raih Pendidikan Tinggi

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:17

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PTPN IV PalmCo Fasilitasi APRC 2026, Perputaran Ekonomi Masyarakat Meningkat

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:58

Isu Wamenhan Baru Jangan Terjebak Kepentingan Bisnis dan Korporasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:55

Paroki Kraksaan Menanti Kejelasan

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:32

Pramono-Erick Thohir Godok Persiapan FIFA ASEAN Cup di Jakarta

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:24

Selengkapnya