Berita

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Fahira Idris/Istimewa

Politik

Warga Jakarta Utamakan Rekam Jejak dalam Memilih Pemimpin

SENIN, 15 JULI 2024 | 18:58 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Jelang Pilkada Jakarta yang akan digelar November mendatang, partai-partai politik mulai menyodorkan jagoannya untuk menjadi kandidat bakal calon gubernur dan wakil gubernur. 

Menurut Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Fahira Idris, hal ini merupakan sesuatu yang lumrah.

"Partai politik silakan melempar berbagai nama pasangan calon kandidat," kata Fahira seperti dikutip RMOL melalui akun Instagram pribadinya, Senin (15/7).


Namun, Fahira meyakini warga Jakarta akan lebih selektif dalam memilih pemimpin mereka kali ini. Rekam jejak kepemimpinan menjadi faktor utama yang akan disaring oleh warga.

Pengalaman dalam memimpin, inovasi dalam kebijakan, dan kemampuan untuk mendengarkan serta melibatkan warga menjadi kriteria utama yang akan diperhatikan oleh pemilih.

"Kandidat-kandidat yang memiliki rekam jejak kepemimpinan yang efektif karena menjadikan warga sebagai kreator pembangunan, akan dipilih oleh warga Jakarta," jelasnya.

Sejauh ini, sejumlah nama yang digadang-gadang menjadi bakal Cagub Jakarta adalah petahana Anies Baswedan, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, dan mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. 

Belakangan nama pengusaha Jusuf Hamka alias Babah Alun juga mencuat menjadi bakal calon Gubernur Jakarta dari Partai Golkar.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya