Berita

Presiden Rwanda, Paul Kagame/Net

Global

Presiden Rwanda Incar Jabatan Empat Periode

SENIN, 15 JULI 2024 | 15:13 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Warga Rwanda yang memenuhi syarat mengikuti pemilu berbondong-bondong menuju tempat pemungutan suara pada Senin (15/7).

TPS dibuka pukul 07.00 waktu setempat dan lebih dari 9 juta pemilih akan memberikan suara mereka untuk memilih presiden dan anggota parlemen berikutnya.

Presiden saat ini, Paul Kagame kembali mencalonkan diri dan berusaha memperpanjang jabatan periode ke empat.


Sebagian besar pemilih mengatakan mereka akan memilih Kagame yang mereka puji karena berhasil menyelamatkan negara berpenduduk 14 juta jiwa tersebut dari kehancuran akibat genosida tahun 1994.

Seorang pekerja konstruksi yang tinggal di provinsi selatan Rwanda, Tuyiringirimana Olivier, menilai sosok Kagame sebagai pemimpin yang memprioritaskan pembangunan dan menerapkan layanan sosial yang efektif.

“Kagame telah mencapai banyak hal bagi kami. Kami memiliki keamanan, semua anak dapat bersekolah, dan mereka mendapatkan makanan di sekolah,” ujarnya, seperti dimuat TRT Africa.

"Itulah sebabnya kita harus mendukungnya. Saya sudah menentukan pilihan. Saya yakin Rwanda sedang menuju ke arah yang baik," kara dia lagi.

Kagame pertama terpilih tahun 2000, setelah dia memimpin pasukan pemberontak, merebut kekuasaan dan mengakhiri genosida pada tahun 1994.

Tahun ini, Kagame mencalonkan diri melawan dua kandidat lainnya, Frank Habineza dan Philippe Mpayimana, yang juga menantangnya pada pemilu terakhir pada tahun 2017.

Beberapa kandidat lain, termasuk beberapa kritikus Kagame yang paling vokal, dilarang mencalonkan diri karena berbagai alasan termasuk pernah dihukum pidana.

Kagame memenangkan hampir 99 persen suara dalam pemilu tahun 2017, diikuti dengan penghapusan undang-undang batas masa jabatan, yang memungkinkannya mencalonkan diri lagi.

Dia mendapat pujian karena mengubah Rwanda menjadi negara dengan perekonomian yang berkembang, namun juga mendapat kritik dari aktivis hak asasi manusia dan negara-negara Barat karena memberangus media, membungkam oposisi dan mendukung kelompok pemberontak di Kongo.
Pemerintah Rwanda membantah semua tuduhan terhadap mereka, dan saat berkampanye, Kagame menjanjikan pembangunan dan stabilitas yang berkelanjutan.

Catatan hak asasi manusia mereka menjadi sorotan ketika Rwanda mencapai kesepakatan migrasi pada tahun 2022 dengan Inggris untuk menerima ribuan pencari suaka. Pemerintahan baru Inggris mengatakan akan membatalkan perjanjian tersebut.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya