Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Mata Uang Asia Kompak Lesu, Rupiah Melemah jadi Rp Rp16.159 per Dolar AS

SENIN, 15 JULI 2024 | 11:57 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar (kurs) mata uang rupiah dibuka melemah tipis pada pada perdagangan awal pekan ini Senin (15/7).

Mata uang Garuda itu dibuka di level Rp16.159 per Dolar AS turun 19 poin atau minus 0,12 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Sementara itu, mayoritas mata uang Asia lainnya terpantau kompak melesu pada perdagangan kali ini. Baht Thailand tercatat anjlok 0,34 persen, Dolar Singapura merosot 0,13 persen,  dan Yen Jepang turun 0,17 persen.


Selain itu, Dolar Hong Kong minus 0,01 persen, Won Korea Selatan ambruk 0,50 persen, Ringgit Malaysia jatuh 0,12 persen, dan Perso Filipina melemah 0,24 persen.

Sedangkan pada pembukaan hari ini Yuan China terpantau melesat 0,10 persen.

Di sisi lain, mayoritas mata uang utama negara maju hari ini juga kompak melemah. Seperti Euro Eropa yang tercatat anjlok 0,17 persen, Poundsterling Inggris minus 0,18 persen, Dolar Australia jatuh 0,24 persen, dan Franc Swiss turun 0,18 persen.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya