Berita

Seorang wanita Palestina di sekolah Abu Araban, di kamp pengungsi Nuseirat, di Jalur Gaza tengah pada Minggu, 14 Juli 2024/Net

Global

Israel Bombardir Sekolah Abu Araban, Bunuh 15 Pengungsi Gaza

SENIN, 15 JULI 2024 | 11:41 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Serangan militer Israel kembali menargetkan objek sipil dan tempat pengungsian warga Palestina di Gaza Tengah.

Badan pertahanan sipil di Gaza, Mahmud Bassal mengatakan bahwa Israel telah menyerang sekolah Abu Araban yang dikelola oleh Badan Pengungsi PBB di Palestina UNRWA pada Minggu (14/7).

Dikatakan Bassal, sekolah itu menampung ribuan pengungsi dan serangan brutal Israel di lokasi tersebut mengakibatkan 15 warga sipil tewas seketika.


"Sebagian besar korban tewas adalah perempuan dan anak-anak," ungkap Bassal, seperti dimuat AFP.

Militer Israel mengatakan angkatan udaranya menyerang sejumlah teroris yang beroperasi di area gedung sekolah Abu Araban UNRWA di Nuseirat.

Dikatakan bahwa bangunan itu berfungsi sebagai tempat persembunyian dan basis untuk serangan terhadap pasukan Israel.

Gambar-gambar yang beredar di media sosial menunjukkan bangunan sekolah tiga lantai itu berdiri dengan pakaian dan selimut terbentang di atas pagarnya. Sebuah tembok berlogo PBB telah meledak, dan ruangan-ruangan di dalamnya rusak.

Kekacauan di Abu Araban merupakan serangan kelima yang dilancarkan Israel terhadap sebuah sekolah yang berubah menjadi tempat penampungan dalam delapan hari terakhir.

Pada tanggal 6 Juli, pesawat Israel menghantam sekolah Al-Jawni, yang juga dikelola oleh UNRWA di Nuseirat.

UNRWA mengatakan sekitar 2.000 orang berlindung di sana pada saat itu.

Keesokan harinya, empat orang tewas dalam serangan di sekolah Keluarga Kudus yang dikelola gereja di Kota Gaza, di utara wilayah tersebut.
 
Pada 8 Juli, Israel menyerang sekolah Nuseirat lainnya, sekali lagi mengatakan bahwa sekolah tersebut merupakan sarang teroris.

Keesokan harinya, sumber rumah sakit mengatakan sedikitnya 29 orang tewas dalam serangan di pintu masuk sekolah Al-Awda di kawasan Khan Yunis, Gaza selatan.

Israel mengatakan Hamas menggunakan sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur publik lainnya untuk tujuan militer. Hamas membantah tuduhan tersebut.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya