Berita

Deklarasi dukungan pasangan Anwar Hafid dan Reny Lamadjido untuk Pilkada Sulawesi Tengah/Ist

Politik

Pilkada Sulteng 2024

Elektabilitas Anwar Hafid Unggul dengan Dukungan Basis Loyalis

MINGGU, 14 JULI 2024 | 18:46 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Tren elektabilitas yang terus positif, menjadikan Calon Gubernur (Cagub) Sulawesi Tengah Anwar Hafid sebagai salah satu figur unggulan jelang Pilkada 2024.

Pengamat Politik Universitas Tadulako, Slamet Riadi Cante mengatakan, tren positif elektabilitas itu dikarenakan Anwar Hafid memiliki basis massa yang terkenal loyal.
 
"Anwar Hafid punya loyal voters dan basis massa ini memang sudah cukup banyak," ujar Slamet Riadi Cante kepada wartawan, Minggu (14/7).
 

 
Keunggulan elektabilitas itu salah satunya terekam data hasil survei Populi Center pada periode 27 Juni-3 Juli 2024. Di mana Anwar Hafid bersama Cawagubnya, Reny Lamadjido bertengger di posisi puncak dengan 41,4 persen. Sementara pesaingnya, Ahmad Ali-Abdul Karim Aljufri hanya memperoleh 39,9 persen.
 
Kata Slamet, pendukung setia yang melekat pada Anwar Hafid ada hubungannya dengan kinerja yang ia torehkan selama menjabat Bupati Morowali hingga DPR RI. 

Selama dua periode memimpin Morowali, Anwar Hafid sukses membawa Morowali menjadi daerah yang sejahtera. Dibuktikan dengan turunnya angka kemiskinan berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng, dari 28,27 persen di tahun 2007, menjadi 14,34 persen di tahun 2018.
 
Tidak cuma itu, berkat kebijakannya yang pro rakyat, warga Morowali bebas dari biaya pendidikan dan kesehatan. Sejak dilantik Desember 2007, Anwar Hafid menanggung seluruh biaya pendidikan hingga tingkat perguruan tinggi.

"Karena itu rakyat melihat sosoknya mampu mengubah aspirasi menjadi inovasi. Saya kira itu salah satu yang membuat elektoralnya tinggi," pungkasnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Gol Dramatis Lautaro Martínez Bawa Argentina ke Final

Kamis, 16 Juli 2026 | 04:20

KPK Watch Dorong DPR Percepat Bahas RUU Perampasan Aset

Kamis, 16 Juli 2026 | 04:03

Klaster Asabri-Jiwasraya dari Suap, Gratifikasi, hingga Pencucian Uang

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:30

Pecat Jaksa Agung ST Burhanuddin!

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:08

Pemilu 2029 Inkonstitusional Jika UU Pemilu Tak Direvisi

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:04

Gus Miftah Terima Uang Haram Rp100 Juta? Ah, Jangan Bercanda

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:40

Fahira Idris: Ancaman Bom Bukan Candaan!

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:08

Kasus Febrie Adriansyah Berpeluang Antiklimaks

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:00

Dominasi Agrinas di KDKMP Membahayakan Desa

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:00

Kejagung Bikin Dagelan Kasus Febrie Adriansyah

Kamis, 16 Juli 2026 | 01:18

Selengkapnya