Berita

Proyek pembangunan IKN di Penajam Passer Utara, Kalimantan Timur/Istimewa

Politik

Pemerintah Harus Hati-hati Alokasikan APBN untuk IKN

JUMAT, 12 JULI 2024 | 13:53 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pemerintah yang akan datang diminta hati-hati dan lebih cermat dalam menggunakan uang negara untuk melanjutkan pembangunan megaproyek Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

Meskipun ada alokasi khusus dari APBN untuk pembangunan IKN, menurut Anggota Komisi XI DPR RI, Hendrawan Supratikno, pemerintah tetap harus berhati-hati seiring situasi ekonomi global yang belum menentu.

"Ada alokasi dari APBN (untuk IKN), hanya memang kalau APBN-nya sedang defisit tentu kita harus hati-hati mengalokasikannya," ucap Hendrawan kepada RMOL, Jumat (12/7).


Menurut Legislator dari Fraksi PDIP ini, jika pemerintah memaksakan pembangunan IKN maka akan mengganggu stabilitas APBN.

"Ya kalau dipaksakan semuanya mengganggu. Tapi kan kita mempunyai kebijaksanaan, untuk melakukannya secara bertahap," tuturnya.

Dia juga optimistis, pemerintahan Prabowo-Gibran bakal melanjutkan proyek IKN tersebut.

"Tapi program IKN itu sudah ada UU-nya. Ya artinya harus dilanjutkan," ujar Hendrawan.

"Akan diteruskan (Pemerintahan Prabowo-Gibran) sesuai dengan kemampuan fiskal kita," tutupnya.

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Korupsi CPO dan POME Rp 13 Triliun, Ini Daftar Namanya

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

UPDATE

Kesehatan Jokowi Terus Merosot Akibat Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 11 Februari 2026 | 04:02

Berarti Benar Rakyat Indonesia Mudah Ditipu

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:34

Prabowo-Sjafrie Sjamsoeddin Diterima Partai dan Kelompok Oposisi

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:06

Macet dan Banjir Tak Mungkin Dituntaskan Pramono-Rano Satu Tahun

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:00

Board of Peace Berpotensi Ancam Perlindungan HAM

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:36

Dubes Djauhari Oratmangun Resmikan Gerai ke-30.000 Luckin Coffee

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:19

Efisiensi Energi Jadi Fokus Transformasi Operasi Tambang di PPA

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:14

Jagokan Prabowo di 2029, Saiful Huda: Politisi cuma Sibuk Cari Muka

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:18

LMK Tegas Kawal RDF Plant Rorotan untuk Jakarta Bersih

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:06

Partai-partai Tak Selera Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:00

Selengkapnya