Berita

Budayawan Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Jakarta, Bapak Kota Indonesia

KAMIS, 11 JULI 2024 | 10:45 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

DENGAN susah payah sambil babak belur akibat jatuh bangun menempuh perjalanan kemelut deru campur debu berpercik keringat, air mata dan darah, Jakarta berkembang dari dusun nelayan menjadi kota bahkan Ibu Kota Indonesia.

Berawal pada abad ke-14 sebagai dusun nelayan bernama Sunda Kalapa dan menjadi pusat pelabuhan Kerajaan Pajajaran, kemudian 22 Juni 1527 penyerangan pangeran Fatahillah ke Sunda Kalapa menyebabkan berubah nama menjadi Jayakarta.

4 Maret 1621, kerajaan Belanda diwakili VOC mulai mendirikan pemerintahan kolonial dan menamakannya sebagai Batavia. 1 April 1905, pemerintah kolonial Belanda mengubah nama menjadi Gemeente Batavia.


8 Januari 1935, pemerintah kolonial Belanda mengubah nama menjadi Stad Gemeente Batavia. 8 Agustus 1942, pasukan Jepang tiba di Batavia dan mengubah namanya menjadi Jakarta Tokubetsu Shi.

September 1945, Jakarta menjadi pusat politik dan pemerintahan Indonesia dengan nama Pemerintah Nasional Kota Jakarta.

28 Maret 1950, Pemerintah RI mengubah nama Jakarta menjadi Praj’a Jakarta. 22 Juni 1956, Wali Kota Jakarta kembali mengukuhkan nama menjadi Jakarta. 18 Januari 1958, Jakarta menjadi daerah otonom dengan nama Kotamadya Djakarta Raya. 31 Agustus 1964, Jakarta Raya resmi menjadi Ibu Kota Negara Republik Indonesia dengan nama Jakarta.

Pada tahun 2022 Presiden Jokowi resmi menetapkan keputusan bahwa Ibu Kota Negara Republik Indonesia harus dipindah ke Nusantata, Penajam Paser Utara Kalimantan Timur. Berdasar keputusan presiden tersebut, berarti sebenarnya Jakarta tidak lagi berhak menyandang gelar Ibu Kota Republik Indonesia.

Segagasan dengan Brasil yang memindah Ibu Kota dari Rio de Jainero ke Brasilia, Malaysia dari Kuala Lumpur ke Petaling Jaya, Myanmar dari Yangon ke Naypyidaw, Pakistan dari Rawalpindi ke Islamabad, Jepang dari Kyoto ke Tokyo, maka Indonesia memindah Ibu Kota dari Jakarta ke Nusantara.

Namun mereka yang sudah terlanjur jatuh cinta kepada Jakarta pada hakikatnya tidak perlu kecewa apalagi bersedih hati karena Jakarta siap resmi dinobatkan sebagai Bapak Kota Republik Indonesia.

Maka Indonesia layak berbangga dan berbahagia, sebab menjadi negara pertama sekaligus sementara ini satu-satunya di planet bumi yang beruntung memiliki Ibu Kota sekaligus Bapak Kota.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya