Berita

Seminar "Indonesia di Tengah Isu Uighur dan Rivalitas Amerika-China"/Ist

Politik

Indonesia di Tengah Isu Uighur dan Rivalitas Amerika-China

RABU, 10 JULI 2024 | 18:38 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kompleksitas hubungan Indonesia dengan Amerika Serikat dan China dibedah kalangan akademisi dan pemerhati politik global dalam seminar "Indonesia di Tengah Isu Uighur dan Rivalitas Amerika-China".

Tiga pembicara hadir dalam acara yang digelar di JW Coffee Garden, Pulogadung, Jakarta Timur. Mereka adalah Imron Rosyadi Hamid, Veronica Saraswati, dan Fauzan Anwar.

Imron Rosyadi Hamid dalam paparannya membedah awal mula hubungan Indonesia dengan China dan Amerika Serikat. Pada periode 1950-1965, hubungan Indonesia dengan China sangat baik, namun mengalami kebekuan signifikan pada 1966-1989 akibat faktor politik internal dan eksternal.


Memasuki era reformasi, katanya, hubungan kedua negara kembali membaik dengan peningkatan kerjasama di berbagai bidang seperti ekonomi, investasi, dan budaya.

"Di sisi lain, hubungan Indonesia dengan Amerika Serikat telah menjadi kemitraan yang kuat sejak era Orde Baru hingga sekarang, mencakup bidang perdagangan, militer, dan pendidikan," ujar Imron dalam keterangan tertulis, Rabu (10/7).

Sementara di era kekinian, Indonesia terutama masyarakat Muslim punya fokus dalam mengkaji Etnis Uighur di Xinjiang, China yang ramai diberitakan hidup di bawah intimidasi.

Dipaparkan Fauzan Anwar, isu ini berkaitan dengan radikalisme, terorisme, dan separatisme, tiga masalah yang dihadapi banyak negara.

Fauzan menekankan bahwa konflik di Xinjiang tidak hanya soal agama, tetapi juga etnisitas dan identitas budaya.

"Pemerintah China menggunakan strategi migrasi etnis Han ke wilayah tersebut untuk memperkuat kendalinya, yang menimbulkan ketegangan dengan etnis Uighur," tuturnya.

Ia mengingatkan bahwa isu Uighur sering digunakan sebagai alat propaganda dalam rivalitas antara Amerika Serikat dan China, di mana media Barat cenderung memanfaatkan isu ini untuk mendiskreditkan China.

Ditambahkan lagi oleh Imron Rosyadi, dia menjelaskan bahwa masyarakat Indonesia perlu bijak dalam menilai pemberitaan mengenai Uyghur.

"Media Barat sering kali melaporkan bahwa Uighur mengalami penindasan, namun fakta-fakta tersebut sulit dibuktikan," katanya.

Justru, lanjut Imron, beberapa tokoh yang mengklaim memperjuangkan HAM Uyghur, seperti Dolkun Isa dan Nury Turkel, terlibat dalam pelanggaran HAM. Dolkun Isa, Ketua World Uyghur Congress (WUC), dilaporkan melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswi Uyghur.

"Informasi ini dapat diverifikasi melalui media sosial masing-masing. Masyarakat Indonesia diharapkan semakin cermat dalam memilah sumber informasi agar tidak mudah dimanipulasi," tandasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya