Berita

Direktur Utama Bank NTB Syariah Kukuh Rahardjo (kiri) bersama Penjabat (Pj) Gubernur Nusa Tenggara Barat Hassanudin (tengah) dan Founder ESQ Group Ary Ginanjar Agustian/Ist

Politik

Songsong Indonesia Emas, Pj Gubernur NTB Titip Dua Pesan pada Ary Ginanjar

RABU, 10 JULI 2024 | 11:23 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Penjabat (Pj) Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Mayjen TNI (Purn) Hassanudin memberikan dukungan pada Founder ESQ Group Ary Ginanjar Agustian yang konsisten membina generasi saat ini dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Kepada Ary Ginanjar, Hassanudin menitipkan dua hal untuk menyiapkan potensi sumber daya dalam rangka memanfaatkan bonus demografi yang begitu besar ini.

Hal itu ia sampaikan dalam sambutannya saat melepas 6.000 peserta Fun Run 6.0K dalam rangka Milad Bank NTB Syariah ke-60 tahun, di Kantor Pusat Bank NTB Syariah, Udayana, Mataram, pada Minggu (7/7).


"Pertama, katakan tidak pada narkoba. Karena narkoba merupakan ancaman buat generasi kita ke depannya. Hindari diri dari narkoba, amankan diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan lingkungan kita dari narkoba," ujar Hassanudin dalam keterangan tertulis, Rabu (10/7).

"Kedua, saya juga titipkan kepada Pak Ary Ginanjar dan stakeholder terkait tentang judi online. Judi online adalah merupakan konsekuensi dari kemajuan teknologi bisa hadir setiap saat," sambungnya.

Katanya, Provinsi NTB siap untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, salah satunya dengan NTB Berkarakter, suatu karakter yang baik dibentuk dan dimulai dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat luas.

Untuk itu, lanjutnya, ia berpesan kepada masyarakat untuk menjauhkan diri dari bahaya narkoba dan judi online yang saat ini menjadi ancaman nyata bagi generasi bangsa.

Hassanudin meyakini bahwa apa yang dikerjakan Ary Ginanjar akan menjadi modal dasar besar untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Sehingga harapannya, Ary Ginanjar bersama tim dapat terus membuat strategi-strategi yang selalu adaptif.

Sementara itu, Ary Ginanjar bersyukur dipertemukan kembali dengan Hassanudin yang merupakan Alumni ESQ dan masih konsisten menyampaikan nilai-nilai kombinasi kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual.

"Beliau ini bagi saya adalah eye opener (pembuka mata), mind blower (pembuka pikiran) yaitu tentang dua ancaman yang kadang-kadang masyarakat tidak sadari betapa bahayanya judi online dan narkoba," ujar Ary Ginanjar.

"Mengapa? Karena dia masuk ke dalam pikiran, hati dan tangan. Di pikiran, bagaimana masalah ekonomi selesai dengan jalan pintas. Di jiwa, bagaimana manusia ingin berkompetensi. Dan di hati, bagaimana ini menjadi sebuah kebiasaan yang ada ditangan kita," ungkapnya.

Sebab itu, Ary juga terus bekerjasama dengan Dirut Bank NTB Syariah, Kukuh Rahardjo, dengan harapan Bank NTB Syariah terus maju dan berkontribusi untuk memajukan perekonomian masyarakat melalui layanan perbankan syariahnya.

"Mudah-mudahan Indonesia Emas 2045 meskipun berat dan susah, tapi kita harus tetap optimis dan semoga NTB menjadi awal kebangkitan Indonesia Emas 2045 dimulai dari Pulau 1.000 Mesjid," demikian Ary.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya