Berita

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim/Net

Politik

3 Tahun Jabat Mendikbudristek, Harta Nadiem Makarim Naik Rp3,6 Triliun

SELASA, 09 JULI 2024 | 10:53 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Selama 3 tahun menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), kekayaan Nadiem Anwar Makarim naik drastis mencapai Rp3,6 triliun.

Hal itu terungkap dalam data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diserahkan Nadiem kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Di mana, saat awal menjabat sebagai menteri, Nadiem melaporkan hartanya pada 19 Desember 2019 dengan nilai harta sebesar Rp1.225.006.640.485 (Rp1,2 triliun).


Harta Nadiem pada 2019 itu terdiri dari tanah dan bangunan sebanyak 6 bidang senilai Rp38.675.933.850 (Rp38,6 miliar), alat transportasi dan mesin senilai Rp2.076.076.550 (Rp2 miliar).

Harta transportasi yang dimiliki Nadiem itu terdiri dari mobil Honda Brio tahun 2017 seharga Rp162 juta, mobil Toyota Harrier tahun 2015 seharga Rp887.494.000, dan mobil Toyota Vellfire tahun 2018 seharga Rp1.026.582.550 (Rp1 miliar).

Selanjutnya, Nadiem tercatat memiliki surat berharga senilai Rp1.250.453.164.985 (Rp1,25 triliun), kas dan setara kas senilai Rp119.159.451.323 (Rp119 miliar).

Pada awal menjabat sebagai menteri itu, Nadiem tercatat memiliki utang sebesar Rp185.357.986.223 (Rp185,3 miliar). Sehingga, total harta Nadiem dikurangi dengan utang menjadi Rp1.225.006.640.485 (Rp1,2 triliun).

Setahun kemudian pada LHKPN 2020 yang dilaporkan ke KPK pada 31 Maret 2021, kekayaan Nadiem mengalami penurunan Rp32.581.122.602 (Rp32,58 miliar) atau turun sebesar 2,66 persen menjadi Rp1.192.425.517.883 (Rp1,19 triliun).

Perbedaannya hanya pada beberapa jenis harta. Di mana pada 2020, Nadiem memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp752.313.000. Sedangkan pada 2019, Nadiem tidak punya harta bergerak lainnya.

Kemudian, harta berupa surat berharga Nadiem pada 2020 mengalami kenaikan sebesar Rp50.968.129.183 (Rp50,96 miliar) atau naik sebesar 4,08 persen menjadi Rp1.301.421.294.168 (Rp1,3 triliun).

Lalu pada harta berupa kas dan setara kas milik Nadiem pada 2020 mengalami penurunan sebesar Rp104.923.900.760 (Rp104,9 miliar) atau turun sebesar 88,05 persen menjadi Rp14.235.550.563 (Rp14,2 miliar).

Sedangkan Nadiem juga memiliki harta lainnya yang tidak dimiliki pada 2019 sebelumnya, yakni sebesar Rp3.198.004.000 (Rp3,19 miliar).

Tak hanya itu, utang Nadiem pada 2020 juga mengalami penurunan sebesar Rp4.530.789.975 (Rp4,53 miliar) atau turun sebesar 2,44 persen menjadi Rp180.827.196.248 (Rp180,8 miliar).

Setahun kemudian pun pada LHKPN 2021 yang telah dilaporkan ke KPK pada 31 Maret 2022, harta Nadiem kembali mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Perbedaannya ada pada jenis harta berupa surat berharga yang mengalami kenaikan sebesar Rp4.433.995.789 (Rp4,43 miliar) atau naik sebesar 0,34 persen menjadi Rp1.305.855.289.957 (Rp1,3 triliun), kas dan setara kas mengalami penurunan sebesar Rp8.518.182.495 (Rp8,5 miliar) atau turun sebesar 59,84 persen dari tahun sebelumnya menjadi Rp5.717.368.068 (Rp5,7 miliar).

Selanjutnya, harta lainnya juga mengalami penurunan sebesar Rp298.004.000 atau turun sebesar 9,32 persen menjadi Rp1.368.870.523.425 (Rp1,36 triliun), serta utang yang bertambah Rp12.995.710.581 (Rp12,99 miliar) atau naik sebesar 7,19 persen menjadi Rp193.822.906.829 (Rp193,8 miliar). Sehingga LHKPN 2021 totalnya Rp1.175.047.616.596 (Rp1,17 triliun).

Kemudian pada LHKPN 2022 yang telah dilaporkan ke KPK pada 31 Maret 2023, kekayaan Nadiem mengalami kenaikan drastis dari tahun sebelumnya mencapai 314,58 persen atau bertambah sebesar Rp3.696.421.987.162 (Rp3,69 triliun).

Kenaikan nilai kekayaan Nadiem pada 2022 itu terdapat pada harta berupa tanah dan bangunan yang bertambah 1 bidang menjadi 7 bidang, yakni tanah dan bangunan seluas 1.379,81/101,4 meter persegi di Kota Jakarta Selatan sebesar Rp4.346.271.000 (Rp4,3 miliar).

Selanjutnya, harta berupa alat transportasi dan mesin milik Nadiem justru berkurang, dari 3 unit mobil menjadi 1 unit mobil, yang tersisa hanya mobil Honda Brio tahun 2017 seharga Rp160 juta.

Kemudian, harta berupa surat berharga milik Nadiem pada 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp4.284.461.983.227 (Rp4,28 triliun) atau naik sebesar 328,1 persen menjadi Rp5.590.317.273.184 (Rp5,59 triliun).

Kenaikan harta Nadiem juga terjadi pada harta berupa kas dan setara kas yang mengalami kenaikan sebesar Rp6.554.365.445 (Rp6,5 miliar) atau naik sebesar 114,64 persen menjadi Rp12.271.733.513 (Rp12,27 miliar).

Tak hanya itu, harta lainnya milik Nadiem juga mengalami kenaikan sebesar Rp500 juta atau naik sebesar 17,24 persen menjadi Rp3,4 miliar.

Namun demikian, utang Nadiem juga mengalami kenaikan sebesar Rp596.939.049.960 (Rp596,9 miliar) atau naik sebesar 307,98 persen menjadi Rp790.761.956.789 (Rp790,76 miliar).

Sedangkan pada LHKPN 2023, rincian harta Nadiem belum ditampilkan karena masih dalam tahap proses verifikasi. Mengingat, pada LHKPN 2023, Nadiem menyetorkan nilai hartanya hanya sebesar Rp906.057.161.325 (Rp906 miliar).

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya