Berita

Masoud Pezeshkian/Net

Dunia

Profil Presiden Baru Iran Masoud Pezeshkian

MINGGU, 07 JULI 2024 | 10:22 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Seorang anggota parlemen Iran yang kurang dikenal, yang sebelumnya menjabat sebagai menteri kesehatan, terpilih menjadi presiden Republik Islam Iran melalui peristiwa yang tidak terduga.

Masoud Pezeshkian mengalahkan lawan konservatifnya, Saeed Jalili, mantan pemimpin perundingan nuklir dan kepala badan keamanan tertinggi, dengan selisih 2,7 juta suara dalam hasil resmi yang diumumkan Sabtu (6/7).

Pria berusia 69 tahun itu mengantongi 16.384.403 suara dari 30.530.157 suara yang dihitung.


Sementara kandidat konservatif Jalili harus puas dengan 13.538.179 suara pada pemilu putaran kedua hari Jumat (5/7) yang menghasilkan jumlah pemilih lebih tinggi dibandingkan putaran sebelumnya.

Pada putaran pertama pemilu 28 Juni lalu, kandidat reformis itu memperoleh 10,4 juta suara dari 24,5 juta suara, lebih banyak dari Jalili dan Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf.

Seorang tokoh politik yang relatif low profile, Pezeshkian menjabat sebagai menteri kesehatan di pemerintahan Mohammad Khatami (2001-2005) dan telah mewakili kota Tabriz di barat laut Iran di parlemen Iran sejak 2008.

Sebagai seorang ahli jantung, Pezeshkian sebelumnya mengepalai Universitas Ilmu Kedokteran Tabriz, salah satu institusi medis terkemuka di Iran utara.

Dua pencalonannya yang gagal sebelumnya untuk kursi kepresidenan terjadi masing-masing pada tahun 2013 dan 2021.

Pada tahun 2013, ia mengundurkan diri dari pemilihan presiden pada tahap selanjutnya dan mendukung mantan Presiden Hashemi Rafsanjani.

Kemudian tahun 2021, pencalonan Pezeshkian ditolak oleh Dewan Wali, badan pemeriksaan tertinggi di negara tersebut.

Sebagai satu-satunya kandidat reformis dalam pemilu kali ini, dan didukung oleh koalisi reformis terkemuka di negara itu yakni Javad Zarif, yang menjabat sebagai menteri luar negeri selama dua periode di bawah mantan Presiden Hassan Rouhani.

Jajak pendapat pra-pemilu menunjukkan dukungan yang signifikan terhadap Pezeshkian, terutama setelah lima debat presiden yang disiarkan televisi pada putaran pertama di mana ia vokal mengenai isu-isu kebijakan dalam dan luar negeri.

Pezeshkian memberikan indikasi bahwa dia akan lebih terbuka terhadap hubungan diplomatik dengan dunia, termasuk Barat, dan bermaksud untuk memulai reformasi di bidang ekonomi dan budaya.

Dalam debat presiden, ia menegaskan bahwa sanksi bertindak sebagai penghalang dalam menarik mitra dagang dan mencapai tingkat pertumbuhan 8 persen tidak mungkin terjadi tanpa pembukaan perbatasan.

Dia dengan gigih membela perjanjian nuklir tahun 2015 yang dicapai antara Iran dan negara-negara besar dunia pada masa pemerintahan Rouhani, yang merupakan rekan reformisnya.

Pezeshkian juga vokal tentang isu-isu yang berpusat pada perempuan, termasuk kewajiban berhijab, atau jilbab, dan menyatakan penolakannya terhadap rancangan undang-undang parlemen tentang penerapan undang-undang aturan berpakaian Islami.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya