Berita

Fahmi Nur Alim dan Prisilia Dita Sepirasari/Ist

Nusantara

2 Mahasiswa Unpad Siap Bersaing di Pilmapres Nasional

MINGGU, 07 JULI 2024 | 09:58 WIB | LAPORAN: ACHMAD RIZAL

Dua mahasiswa berprestasi Universitas Padjadjaran (Unpad), Fahmi Nur Alim dan Prisilia Dita Sepirasari, lolos seleksi ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Jabar dan Banten. Keduanya bakal mewakili wilayahnya untuk ajang Pilmapres tingkat nasional.

Keduanya merupakan mahasiswa Fakultas MIPA. Fahmi mahasiswa Program Studi Kimia, mewakili Unpad pada ajang Pilmapres jenjang Sarjana. Sementara Prisilia mahasiswa Program Studi Teknologi Industri Kimia yang akan mewakili Unpad pada ajang Pilmapres Nasional jenjang Sarjana Terapan.

“Alhamdulillah, kita bersyukur banget dan bangga, karena dari sarjana dan diploma dua-duanya lolos sekaligus,” kata Fahmi, seperti dikutip dari Kantor Berita RMOLJabar, Minggu (7/7).


Para peserta terlebih dulu melewati seperti berkas capaian unggulan dan gagasan kreatif yang akan dipresentasikan. Kemudian membuat video presentasi mengenai SDGs dalam Bahasa Inggris.

Fahmi mengatakan, untuk menghadapi seleksi Pilmapres nasional pada 24 Juli 2024, keduanya tengah memaksimalkan waktu dengan agenda-agenda untuk meningkatkan kemampuan diri lewat bootcamp yang diselenggarakan Unpad.

“Kita akan benar-benar melakukan simulasi Pilmapres nasional itu seperti apa, dan kita akan mendapatkan feedback di sana secara intens. Seterusnya kita akan melakukan evaluasi, misalnya dari karya kita posternya sudah bagus atau belum,” tambahnya.

Tak hanya itu, persiapan lain yang dilakukan adalah menyiapkan mental untuk mengikuti ajang tingkat nasional. Prisilia mengatakan, saat ini dirinya terus evaluasi diri agar lebih maksimal dalam tahap persiapan ini.

“Bahasa kita benar-benar diuji. Jadi kita juga sedang mempersiapkan untuk itu, terutama bahasa Inggris, supaya bisa benar-benar fluent di sana,” katanya.

Pada Pilmapres tahun ini dua mahasiswa Unpad membawa gagasan dan inovasi kreatif mengenai pengolahan limbah yang sulit terurai untuk diimplementasikan pada skala industri.

Fahmi membawa konsep yang melibatkan limbah kelapa sawit karena mengandung senyawa lignin yang susah terurai, sehingga susah diolah. Limbah kelapa sawit akhirnya hanya ditumpuk hingga menimbulkan banyaknya kapang dan fungi yang dapat mengganggu ekosistem.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Pernah Tembak Mati Perampok Toko Emas, Eks Kapolres Jakbar Kini Jabat Kapolda Papua Barat

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:17

PIEP Datangkan 450 Ribu Barel Minyak dari Aljazair

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:07

Din Syamsuddin Tawarkan Konsep Etika Global Bersama di Forum Internasional Mauritius

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:05

KSP Kawal Ketat Kopdes Merah Putih hingga Capai Target

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:04

Strategi Pertamina Trans Kontinental Jaga Stabilitas Kinerja 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:49

Lebih dari 42 Ribu Warga Ikut Pilih Logo HUT RI ke-81

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:40

Ketika Demonstrasi Punya Harga, yang Mati Bukan Hanya Integritas Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:34

Forum Bersama Raja Charles III, Jumhur Bicara Kebijakan Pengelolaan Limbah

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:30

Menkop Gandeng KSP Percepat Operasionalisasi Kopdes

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:23

AKBP Supriyanto jadi Kapolres Pertama Kawasan IKN

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:20

Selengkapnya