Berita

Orang-orang berkumpul untuk mencari korban di antara puing-puing bangunan yang runtuh pasca pemboman Israel di Nuseirat di Jalur Gaza tengah pada Sabtu, 6 Juli 2024/Net

Dunia

Israel Bombardir Sekolah Gaza, Bunuh 16 Warga Sipil

MINGGU, 07 JULI 2024 | 09:14 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Serangan udara Israel di sebuah sekolah di Al-Nuseirat, Gaza mengakibatkan tewasnya 16 warga sipil pada Sabtu (6/7).

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan sekolah Jaouni yang dikelola oleh Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) itu telah menjadi tempat tinggal para pengungsi perang Israel.

"Serangan terhadap sekolah di Al-Nuseirat menewaskan sedikitnya 16 orang dan melukai lebih dari 50 orang," ungkap laporan tersebut, seperti dimuat AFP.


Juru bicara Layanan Darurat Sipil Gaza, Mahmoud Basal memperkirakan jumlah korban akan bertambah karena banyak korban luka yang berada dalam kondisi kritis.

"Serangan itu berarti tidak ada tempat di daerah kantong yang aman bagi keluarga yang meninggalkan rumah mereka untuk mencari perlindungan," ujarnya.

Di tempat kejadian, Ayman al-Atouneh mengatakan dia melihat anak-anak di antara korban tewas.

“Kami ke sini lari-lari melihat kawasan sasaran, kami lihat mayat anak-anak, berkeping-keping, ini taman bermain, di sini ada trampolin, ada ayunan, dan pedagang kaki lima,” ujarnya.

Al-Nuseirat, salah satu dari delapan kamp pengungsi bersejarah di Jalur Gaza, menjadi lokasi serangan utama Israel.

Serangan udara di tempat yang sama sebelumnya menewaskan 10 orang melukai lebih banyak lainnya.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan serangan militer Israel di wilayah kantong tersebut dalam 24 jam terakhir telah menewaskan sedikitnya 29 warga Palestina dan melukai 100 lainnya.

Di antara mereka yang tewas dalam serangan udara terpisah pada hari Sabtu (6/7) adalah lima jurnalis lokal, sehingga menambah jumlah jurnalis yang terbunuh sejak 7 Oktober menjadi 158 orang.

Otoritas kesehatan Gaza mengatakan lebih dari 38.000 warga Palestina tewas dalam serangan Israel. Kementerian Kesehatan tidak membedakan antara kombatan dan non-kombatan, namun para pejabat mengatakan sebagian besar korban tewas adalah warga sipil.

Israel melancarkan serangannya untuk melenyapkan Hamas, sebagai tanggapan atas serangan pimpinan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober yang menewaskan 1.200 orang dan lebih dari 250 orang disandera.

Selama perang sembilan bulan, Israel telah kehilangan 323 tentara di Gaza.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Penunjukan Nanik S. Deyang Kepala MBG Sesuai Hasil Evaluasi

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:13

Turun Gunung Jokowi Dalam Rangka Cari Keselamatan

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:05

Gibran Ingin Birokrasi Berjalan Gesit dan Kolaboratif

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:01

Prabowo Apresiasi Peran Turki Bantu Pulangkan Sembilan WNI dari Tahanan Israel

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:56

Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Hanya Dituntut 2,5 Tahun Penjara

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:52

Warganet Anggap Penggeledahan Kantor BGN oleh Kejagung Drama Telenovela

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:45

Gebrakan Jampidsus Obrak-abrik Kantor BGN Patut Diacungi Jempol

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:42

Kunjungan ke Rusia, AHY Bawa Pulang Proyek PLTN Terapung hingga Kapal Cepat

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:41

DPR Dukung Kejagung Geledah BGN Usut Dugaan Korupsi MBG

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:07

Istana Respons Kabar Penangkapan Eks Kepala BGN oleh Kejagung

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:06

Selengkapnya