Berita

Bakal calon Wali Kota Palembang, Yudha Pratomo Mahyudin/RMOLSumsel

Politik

Pilkada Palembang 2024

Yudha Pratomo Masih Buka Pintu Koalisi Meski Sudah Dapat 11 Kursi Dewan

MINGGU, 07 JULI 2024 | 02:22 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Bakal calon Wali Kota Palembang, Yudha Pratomo Mahyuddin, masih membuka koalisi bagi partai lain untuk bergabung di Pilkada Palembang 2024.

Yudha Pratomo mengantongi tiket maju Pilkada Palembang, setelah PKS resmi memberikan dukungan. Yudha dipasangkan dengan Ketua DPD PKS Palembang, Baharuddin. sebagai bakal calon Wakil Wali Kota Palembang.

Yudha bersyukur bisa mendapat dukungan PKS, sehingga bisa memenuhi syarat minimal dukungan kursi DPRD Palembang 10 kursi dan maju Pilwalkot Palembang 2024.


Dengan bergabungnya PKS yang memiliki 5 kursi ditambah Partai Demokrat yang meraih kursi 6 di DPRD Palembang maka dia telah mengumpulkan 11 kursi.

"Kalau secara hitungan cukup kita sudah sebelas kursi," kata Yudha, dikutip RMOLSumsel, Sabtu (6/7).

Meski demikian, dirinya tetap membuka pintu koalisi bagi partai politik lainnya untuk berkoalisi di Pilkada November mendatang.

"Kami tetap membuka koalisi kalau ada partai-partai lain, yang ingin bersama-sama memajukan Kota Palembang, " katanya.

Ditambahkan Yudha, bersama Baharuddin, dirinya dan partai koalisi akan merumuskan pemenangan ke depan.

"Nanti kami akan duduk sama-sama, merumuskan strategi gabungan termasuk di dalamnya penyempurnaan tagline, SDM dan sebagainya," tandasnya.

Sementara itu, Kabid Humas DPW PKS Sumsel, Mgs Syaiful Padli mengatakan, dari 17 kabupaten/kota yang melaksanakan Pilkada serentak di Sumsel plus tingkat provinsi, PKS berharap ada kader yang diusung.

"Kader PKS yang diusung atau didukung seperti di kota Palembang (Ketua DPD PKS Palembang Baharuddin), dan dua daerah lain," ucap Syaiful Padli.

Syaiful menerangkan, nama yang direkomendasikan DPP PKS di Pilkada Palembang 2024 itu adalah pasangan Yudha Pratomo Mahyuddin (YPM) dan Baharuddin yang memang sudah menjalin komunikasi sejak lama.

"Yudha-Bahar, InsyaAllah sudah final dari PKS," pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya